Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah Saat Kunjungan ke Berlin

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 24/04/2026 09:37 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Putra mendiang Shah Iran, Reza Pahlavi, menjadi sasaran aksi demonstran saat berkunjung ke Berlin, Jerman, Kamis (23/4/2026). Ia disiram cairan berwarna merah oleh seseorang tak dikenal usai menghadiri konferensi pers.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat cairan merah mengenai bagian bahu belakang Pahlavi. Meski demikian, ia tampak tetap tenang dan melanjutkan aktivitasnya, bahkan sempat menyapa para pendukung yang berada di lokasi.

Sejumlah laporan media menyebut insiden terjadi setelah Pahlavi menghadiri konferensi pers di Gedung Konferensi Pers Berlin. Di luar lokasi, sekelompok warga menggelar aksi demonstrasi, sebagian membawa foto Pahlavi serta bendera Iran era pra-Revolusi Islam.

Kunjungan Pahlavi ke Jerman disebut bersifat pribadi dan tidak melibatkan pertemuan resmi dengan pemerintah setempat. Ia berada di Eropa dalam rangka menggalang dukungan internasional untuk perubahan politik di Iran.

Dalam konferensi pers, Pahlavi turut mengkritik upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menilai diplomasi telah diberi cukup waktu, namun tidak membuahkan perubahan signifikan.

“Saya tidak mengatakan diplomasi tidak boleh diberi kesempatan, tetapi saya pikir diplomasi sudah diberi kesempatan yang cukup,” ujarnya, dikutip dari Ynet News.

Ia juga menyoroti kondisi hak asasi manusia di Iran, dengan menyebut adanya eksekusi terhadap 19 tahanan politik dalam dua pekan terakhir serta vonis hukuman mati terhadap 20 warga lainnya. Pahlavi kemudian menyerukan tindakan lebih lanjut dari komunitas internasional.

“Akan kah dunia bebas melakukan sesuatu, atau hanya menyaksikan pembantaian itu dalam diam?” katanya.

Usai konferensi pers, Pahlavi keluar gedung dengan pengawalan. Saat berjalan dan menerima pertanyaan dari warga, seorang pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan merah ke punggungnya dari arah belakang. Pengawal segera mengamankan pelaku di lokasi.

Meski terkena siraman, Pahlavi terlihat tidak terganggu dan tetap melanjutkan langkahnya. Ia bahkan masih sempat menyapa para pendukungnya di Berlin.

Reza Pahlavi merupakan putra dari Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan dalam Revolusi Islam Iran 1979. Sejak saat itu, ia hidup di pengasingan dan kerap menyuarakan perubahan rezim di Iran.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pahlavi semakin aktif di panggung internasional dengan menyerukan perlawanan terhadap pemerintah Iran serta menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah yang dianggap dapat mengganti sistem pemerintahan di negara tersebut.

Artikel Lainnya