Nasional

Beijing Marah pada Trump soal Kapal Iran, Sebut Tuduhan Tak Berdasar

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 25/04/2026 07:44 WIB


Kapal kargo Touska berbendera China yang disita AS. (via REUTERS/U.S. Central Command via X)

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah China menyatakan keberatan atas pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut kapal-kapal Iran yang disita militer AS sebagai “hadiah dari China”.

Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, Beijing membantah keras tuduhan tersebut dan menilai pernyataan Trump tidak memiliki dasar faktual.

“China menentang tuduhan dan asosiasi apa pun yang tidak memiliki dasar faktual,” ujar Guo Jiakun kepada wartawan di Beijing.

Sebelumnya, Trump dalam wawancara dengan CNBC menyebut kapal kargo Iran yang disita oleh militer AS membawa barang-barang mencurigakan dan diduga berasal dari China. Ia bahkan menyebut kemungkinan kapal tersebut merupakan “hadiah dari China”, meski tanpa bukti jelas.

Di sisi lain, pihak Iran menyatakan kapal tersebut berasal dari China dan mengecam tindakan Amerika Serikat sebagai “pembajakan bersenjata”. Teheran juga bersumpah akan memberikan balasan atas insiden tersebut.

Insiden ini bermula ketika militer Amerika Serikat menembak dan menyita kapal kargo Iran yang diduga berusaha menghindari blokade di sejumlah pelabuhan. Kapal kontainer bernama Touska disebut telah dikuasai pasukan AS pada Minggu lalu.

Sumber keamanan maritim menyebut kapal tersebut kemungkinan mengangkut barang-barang dwiguna, yakni komoditas yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer.

Menanggapi situasi tersebut, China menegaskan bahwa hubungan perdagangan internasional yang sah antarnegara tidak boleh diganggu atau dirusak oleh tuduhan sepihak.

Ketegangan ini menambah daftar panjang friksi geopolitik antara AS, Iran, dan China, khususnya terkait jalur perdagangan dan keamanan maritim di kawasan.

Artikel Lainnya