Nasional

Kronologi Kecelakaan Maut KRL vs Argo Bromo: Dipicu Taksi Terhenti di Rel

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 28/04/2026 09:51 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, diduga bermula dari insiden sebuah taksi listrik milik Green SM Indonesia yang tertabrak KRL di perlintasan rel kawasan Bulak Kapal.

Peristiwa bermula ketika taksi tersebut terhenti di tengah jalur perlintasan langsung (JPL). Dalam kondisi itu, KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak kendaraan tersebut. Akibat insiden tersebut, perjalanan commuter line terganggu dan rangkaian KRL terpaksa berhenti di jalur.

Situasi itu kemudian memicu kecelakaan yang lebih besar. Tak berselang lama, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL yang tengah berhenti. Benturan keras pun tak terhindarkan.

Dampak tabrakan sangat parah. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan merangsek hingga masuk ke bagian gerbong belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita, menyebabkan kerusakan berat pada kedua rangkaian kereta.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan kronologi tersebut.

“Oh iya, jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di lintasan dekat Bulak Kapal. Yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujarnya kepada wartawan.

Kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB dan langsung memicu penanganan darurat dari petugas gabungan.

Pihak Green SM Indonesia menyatakan memberikan perhatian penuh terhadap insiden tersebut. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengaku telah menyampaikan informasi kepada pihak berwenang dan mendukung proses investigasi.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang.

Korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Selain itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Hingga kini, proses evakuasi dan investigasi masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.*

Artikel Lainnya