Jakarta, INDONEWS.ID-Real Madrid menjalani rangkaian laga uji coba pramusim melawan Fiorentina, Sabtu (1/8) kemarin.
Duel ini berakhir imbang 2-2 dan menjadi tren balik El Real dalam tiga laga uji coba. Dua laga sebelumnya Los Blancos selalu memang.
Hasil imbang ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi pelatih anyar Jose Mourinho.
Pasalnya, Madrid tampil apik di awal laga babak pertama namun buruk di akhir dan awal babak kedua.
Dua gol El Real dicetak oleh Endrick dan Alexis Siria. Laga ini menjadi debut bagi Denzel Dumfries dan Carlos Espi.
Surat kabar "AS" menyebutkan bahwa Real Madrid tampak lebih bergairah dalam menekan dan merebut bola sepanjang babak pertama.
Namun menit-menit mengkhawatirkan berupa keruntuhan muncul di babak kedua.
Pelatih Jose Mourinho tengah menjalani evaluasi menyeluruh. Lewat laga ini ia berupaya membedakan antara elemen yang mampu bertahan dan yang tidak layak diberi kesempatan.
Ia juga tampak menguji para pemain akademi dan berupaya menghilangkan dampak psikologis dari dua musim lalu, di mana tim keluar tanpa gelar.
Gambaran rencana Mourinho mulai terlihat, melalui penerapan formasi 4-2-3-1, yang terkadang berubah menjadi 3-4-2-1.
Formasi ini memungkinkan kehadiran Diomande (ketika ia bergabung), Bellingham, Kylian Mbappe, dan Vinicius Junior bersama-sama dalam susunan pemain, yang menuntut lini pertahanan yang sangat kuat.
Dalam laga melawan Fiorentina, Real Madrid memulai pertandingan dengan 7 pemain dari tim utama dan 4 dari tim cadangan.
Camavinga dan Valverde mengambil peran memimpin lini tengah, sementara Guler bermain di belakang penyerang, dan Arnold mengemban peran hibrida antara bek tengah ketiga dan gelandang ketiga.
Sementara Dumfries banyak maju ke depan di sisi kanan, sesuatu yang wajar bagi seorang pemain yang selalu lebih menyukai berada di setengah lapangan lawan dibandingkan bertahan.
Mourinho juga memberikan kesempatan kepada dua bek muda yang berpengalaman di kelompok usia Real Madrid dan timnas Spanyol.
Mereka adalah Joan Martinez (18 tahun) dan Mario Rivas (19 tahun), putra dari mantan bek Nano Rivas.
Pertandingan ini juga menjadi kesempatan penting bagi Endrick, di tengah persaingan dengan pemain anyar Carlos Espi, yang memulai laga dari bangku cadangan.
Penyerang asal Brasil itu, yang kembali dari masa peminjaman di Lyon, tidak menyia-nyiakan waktu. Guler mengirimkan bola menyusur ke Alvaro Carreras.
Lalu umpan silang mendatar dan diteruskan Endrick ke gawang setelah sentuhan cepat dan tembakan kaki kiri yang indah, memberikan keunggulan bagi Real Madrid.