Nasional

Iran Bentuk Badan Khusus Pungut Bea Kapal di Selat Hormuz

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 08/05/2026 21:32 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Iran dilaporkan membentuk badan khusus yang bertugas memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Informasi itu diungkap jurnal pelayaran dan perdagangan maritim Lloyd List dalam publikasi mereka pada Jumat (8/5). Dalam laporannya, disebutkan bahwa otoritas baru bernama Otoritas Selat Teluk Persia mulai menerapkan aturan transit baru bagi kapal asing.

“Otoritas Selat Teluk Persia telah memperkenalkan kerangka kerja baru yang mengharuskan kapal untuk mendapatkan izin transit dan membayar tol sebelum berlayar,” tulis Lloyd List, dikutip AFP.

Selain membayar bea masuk, kapal-kapal juga diwajibkan menyerahkan data rinci terkait kepemilikan kapal, asuransi, identitas awak kapal, hingga rute pelayaran yang direncanakan.

Sebelumnya, stasiun televisi pemerintah berbahasa Inggris Press TV melaporkan Teheran tengah membangun “sistem untuk menjalankan kedaulatan atas Selat Hormuz.”

Dalam mekanisme baru tersebut, kapal-kapal yang hendak melintasi selat strategis itu disebut akan menerima surat elektronik berisi aturan dan prosedur transit dari alamat resmi info@PGSA.ir.

Iran selama ini berulang kali memberi sinyal ingin menciptakan tatanan baru di Selat Hormuz dengan mengenakan biaya terhadap kapal-kapal yang melintas. Pendapatan dari pungutan tersebut dilaporkan akan dibagi bersama Oman.

Langkah Iran itu muncul di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan setelah Presiden Donald Trump menghentikan sementara operasi Project Freedom, yakni operasi pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal dagang.

Ketegangan meningkat sejak Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran pada akhir Februari lalu.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga disebut melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran. Meski kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata, pasukan AS dilaporkan masih beberapa kali menembaki kapal kargo berbendera Iran dengan alasan kapal mengabaikan peringatan.

Artikel Lainnya