Nasional

Trump Gandeng Elon Musk dan CEO NVIDIA Bahas Masa Depan AI dengan China

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 15/05/2026 07:47 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Amerika Serikat dan China mulai membuka pembahasan mengenai pembentukan aturan pembatas atau guardrails dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap pesatnya perkembangan AI dan potensi risikonya di masa depan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan CNBC pada Kamis (14/5). Menurutnya, Washington dan Beijing kini mulai menjajaki kerja sama untuk menyusun protokol pengembangan AI yang aman dan bertanggung jawab.

“Kami sebenarnya akan mendiskusikan guardrails AI dengan China karena China masih cukup tertinggal dari kami, tetapi mereka memiliki industri AI yang sangat maju,” ujar Bessent saat mendampingi kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing, seperti dikutip AFP.

Kunjungan Trump ke China menjadi sorotan setelah ia melontarkan pujian kepada Presiden China Xi Jinping. Trump menyebut Xi sebagai “pemimpin hebat” dan “teman”, serta mengundangnya untuk melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih pada September mendatang.

Hubungan Washington dan Beijing sebelumnya sempat memanas akibat berbagai sengketa perdagangan, termasuk kebijakan pembatasan ekspor teknologi AI canggih dari AS ke China. Namun kini, kedua negara mulai membuka ruang dialog terkait masa depan teknologi kecerdasan buatan.

Dalam lawatan tersebut, Trump juga didampingi sejumlah tokoh penting industri teknologi global, di antaranya CEO NVIDIA Jensen Huang dan pendiri xAI Elon Musk.

Bessent mengatakan Amerika Serikat dan China sebagai dua “kekuatan super AI” dunia akan memulai pembicaraan intensif mengenai arah pengembangan teknologi tersebut. Fokus utama diskusi adalah menyusun protokol bersama agar AI tidak disalahgunakan atau jatuh ke tangan aktor non-negara.

Meski demikian, Bessent menegaskan pemerintah AS tidak ingin membatasi inovasi teknologi. Ia bahkan mengaku puas dengan pendekatan perusahaan-perusahaan teknologi besar dalam meluncurkan model AI mereka sejauh ini.

Menurutnya, dengan keunggulan teknologi AI yang dimiliki Amerika Serikat saat ini, Washington akan mendorong penggunaan “praktik terbaik dan nilai-nilai AS” sebagai standar yang nantinya dapat diterapkan secara global.*

Artikel Lainnya