Nasional

soal Rupiah Anjlok, Komisi XI DPR: Yang Terdampak Orang Kaya dan Pelaku Impor

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 17/05/2026 17:59 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bertujuan untuk menenangkan masyarakat, khususnya warga pedesaan yang dinilai tidak terdampak langsung oleh fluktuasi kurs.

Menurut Misbakhun, penggunaan dolar AS dalam aktivitas ekonomi sehari-hari lebih banyak dilakukan kalangan tertentu, terutama pelaku impor dan masyarakat berpenghasilan tinggi yang memiliki aktivitas internasional.

“Beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri,” ujar Misbakhun, Minggu (17/5).

Ia mengatakan pernyataan Prabowo juga menjadi sinyal kepada Bank Indonesia (BI) agar segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang belakangan terus melemah.

Misbakhun menilai nilai tukar rupiah harus dikendalikan dan dikembalikan pada level ideal karena pelemahan kurs dapat berdampak pada sektor ekonomi yang bergantung pada bahan baku impor.

“Masyarakat yang menggunakan dolar dalam transaksi itu apa? Yang selama ini bahan bakunya impor. Dan salah satu yang impor yang kita khawatirkan adalah impor dari komoditas-komoditas yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia juga menyoroti pernyataan pemerintah bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya mampu menjadi penopang kestabilan rupiah di tengah tekanan global.

“Dan Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Ketika fundamental ekonomi sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah? Dan rupiah termasuk mata uang yang secara regional mengalami pelemahan sangat signifikan,” ucapnya.

Komisi XI DPR, lanjut Misbakhun, memberikan ruang bagi BI untuk mengambil langkah strategis guna memperkuat kembali nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah sendiri terus menunjukkan tren penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (16/5), rupiah tercatat berada di level Rp17.592 per dolar AS, sementara sehari sebelumnya menyentuh Rp17.614 per dolar AS.

Sebelumnya, saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Prabowo meminta masyarakat tidak terlalu khawatir terhadap pelemahan rupiah. Ia menilai masyarakat pedesaan tidak menggunakan dolar AS dalam kehidupan sehari-hari sehingga dampaknya tidak terlalu dirasakan langsung.

“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” kata Prabowo.

Presiden juga menegaskan kondisi pangan dan energi nasional masih aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.*

Artikel Lainnya