Jakarta, INDONEWS.ID- Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer baru mereka, pengganti Liam Rosenior.
Liam Rosenior dilengser dari kursi kepelatihan usai kekalahan yang dialami Chelsea di final Piala FA melawan Manchester City.
Sebelumnya dikabarkan, manajemen Chelsea sempat berbicara dengan Frank Lampard namun entah mengapa Lampard didepak dari kandidat pelatih The Blues.
Alonso sebelum dilengser dari kursi kepekatan Real Madrid karena tidak sesuai harapan.
Namun kini mantan pelatih Bayer Leverkusen menandatangani kontrak panjang di Stamford Bridge.
Menurut laporan, Lampard sempat menjadi kandidat kuat setelah sukses membawa Coventry City menjuarai Championship dan promosi ke Premier League.
Namun, Chelsea akhirnya lebih memilih Alonso untuk memimpin proyek baru klub.
Selain Lampard, nama pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, juga disebut sempat berdiskusi dengan manajemen Chelsea sebelum keputusan final dibuat.
Meski begitu, Alonso dianggap sebagai pilihan ideal berkat pengalaman, kualitas taktik, serta reputasinya di sepak bola Eropa.
Chelsea juga disebut memberikan peran lebih besar kepada Alonso sebagai manajer, bukan hanya head coach, termasuk dalam urusan transfer pemain.
Lampard juga mengakui bahwa Chelsea tetap memiliki tempat spesial dalam hidupnya.
Namun, ia menegaskan bahwa urusan klub tersebut saat ini bukanlah tanggung jawabnya.
“Chelsea adalah bagian besar dalam hidup saya, tetapi saat ini itu adalah urusan mereka. Urusan saya ada di sini,” lanjutnya.
Ia juga memahami tekanan besar yang dihadapi pelatih di klub besar, termasuk konsekuensi saat tim mengalami periode sulit.
Meski sempat mencatatkan prestasi membawa Chelsea finis di empat besar, serta pernah menjalani periode kedua yang kurang sukses pada 2023, peluang Lampard kembali ke Stamford Bridge dinilai kecil.
Ketua Coventry, Doug King, bahkan disebut tidak khawatir kehilangan Lampard.
Di sisi lain, posisi Lampard saat ini relatif lebih stabil, terutama setelah sukses membawa Coventry promosi dan meraih gelar di Championship.
Dibanding mengambil risiko besar menangani Chelsea yang sedang terpuruk, Lampard dinilai lebih diuntungkan jika fokus mempertahankan performa Coventry di level tertinggi.