Jakarta, INDONEWS.ID - Satu dari sembilan delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) menuju Gaza, Palestina, mengungkap kondisi terkini rombongan setelah sejumlah kapal mereka dicegat hingga para peserta diculik tentara Israel pada Senin (18/5) pagi waktu setempat.
Herman Budianto Sudarsono, anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), mengatakan dirinya bersama sejumlah delegasi lain yang berada di kapal berbeda masih dalam kondisi waspada di perairan Mediterania.
Herman dan seorang rekannya dari Indonesia diketahui berada di kapal Zapyro yang berhasil lolos dari penyergapan setelah melakukan manuver penghindaran terhadap pengejaran tentara Israel.
“Alhamdulillah tim kami ini kapten, kru-nya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh dan sudah dari sasaran pengejaran IDF tadi,” ujar Herman saat dihubungi melalui sambungan video dari kantor GPCI di Jakarta, Senin (18/5).
Ia menjelaskan bahwa sejak malam sebelumnya, rombongan flotila telah dipantau menggunakan sejumlah drone milik Israel. Memasuki pagi hari, Israel kemudian mengerahkan kapal perang yang disusul kapal-kapal kecil berisi prajurit untuk mencegat rombongan GSF.
“Nah kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati mengejar kapal-kapal kita,” katanya.
GPCI mengonfirmasi sebanyak 17 kapal dalam rombongan Global Sumud Flotila dicegat oleh tentara Israel. Lima di antaranya merupakan kapal yang membawa sembilan delegasi Indonesia.
Untuk menghindari penyergapan lebih lanjut, kapal-kapal dalam rombongan GSF disebut terpaksa berpencar dan mengambil jalur berbeda di perairan Mediterania.
Meski situasi sementara lebih tenang, Herman mengaku pihaknya tetap menerapkan protokol darurat dan meningkatkan kewaspadaan meski kapal-kapal militer Israel tidak lagi terlihat.
“Kita juga tidak kelihatan kapal-kapal. Karena memang tadi kita menghindar melebar dari kapal-kapal yang lain. Strateginya menyebar semuanya, meluas dan nanti kita akan kembali pada titik yang akan kita tuju,” ujarnya.
Berdasarkan data GPCI hingga pukul 20.00 WIB, sebanyak lima delegasi Indonesia dipastikan telah ditangkap atau diculik tentara Israel. Mereka berasal dari kalangan aktivis kemanusiaan hingga jurnalis.
Kelima WNI tersebut yakni Bambang Noroyono dari Republika yang berada di kapal BorAlize, Andre Nugroho dari Tempo di kapal Ozgurluk, Rahendra Herubowo dari Inews di kapal Ozgurluk, Thoudy Badai dari Republika di kapal Ozgurluk, serta Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.
Sementara itu, empat delegasi Indonesia lainnya dipastikan masih melanjutkan pelayaran. Mereka adalah Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa yang berada di kapal Zapyro, serta Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di kapal Kasr-1.
Misi Global Sumud Flotila sendiri merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan internasional yang berupaya menembus blokade menuju Gaza untuk menyalurkan bantuan bagi warga Palestina.