Nasional

Dihadiri Wapres Gibran dan Ribuan Jemaah, Kotbah Salat Iduladha di Istiqlal Usung Tema Ekoteologi dan Kemanusiaan

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 27/05/2026 09:12 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal pada Rabu (27/5/2026) mengusung pesan kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan melalui tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan.” Ibadah berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri, diplomat negara sahabat, serta puluhan ribu umat Islam.

Bertindak sebagai khatib, Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, menyampaikan khotbah berjudul “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan.” Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya menjadikan ibadah kurban sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama manusia sekaligus menjaga kelestarian alam.

Pelaksanaan ibadah berlangsung aman dan kondusif di bawah pengamanan ketat aparat gabungan dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Selain Gibran, sejumlah pejabat negara tampak menempati saf terdepan, di antaranya Zulkifli Hasan, Saifullah Yusuf, dan Nasaruddin Umar.

Kehadiran tokoh-tokoh penting juga diperkuat dengan partisipasi perwakilan negara sahabat, termasuk Abdulfattah A.K. Al-Sattiri.

Tingginya antusiasme masyarakat membuat panitia menerapkan prosedur keamanan dan ketertiban yang lebih ketat. Setiap jemaah yang memasuki area utama masjid diwajibkan melewati pemeriksaan keamanan oleh petugas gabungan dan Paspampres.

Berdasarkan estimasi panitia, jumlah jemaah yang memadati masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut mencapai antara 100.000 hingga 150.000 orang. Angka itu masih berada di bawah kapasitas maksimal Masjid Istiqlal yang mampu menampung hingga 250.000 jemaah.

Di tengah lautan manusia yang memadati kawasan masjid, suasana haru dirasakan oleh Sofian (60), warga Jatinegara, Jakarta Timur. Ia mengaku bersyukur dapat melaksanakan Salat Iduladha bersama kedua anaknya yang baru pulang dari Malaysia.

“Tahun-tahun sebelumnya, saya biasanya melaksanakan salat di masjid lingkungan tempat tinggal hanya dengan istri,” ujar Sofian saat ditemui di halaman masjid.

Untuk mengantisipasi kepadatan di kawasan Jakarta Pusat, panitia membagi akses masuk jemaah ke beberapa jalur. Jemaah pejalan kaki diarahkan melalui Gerbang Al-Fattah yang berada di seberang Gereja Katedral, serta Gerbang As-Salam 1 dan As-Salam 2 di kawasan Halte Juanda.

Sementara itu, jemaah yang menggunakan kendaraan pribadi diarahkan masuk melalui Gerbang Al-Aziz dan Al-Mukmin untuk menuju area parkir basement. Pengaturan tersebut dinilai efektif dalam menjaga kelancaran arus jemaah selama pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung.

Dengan mengangkat tema ekoteologi dan teologi cinta, Salat Iduladha di Masjid Istiqlal tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ajakan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Artikel Lainnya