Bisnis

Menko AHY Dorong Penguatan Kolaborasi dengan Danantara untuk Sejumlah Proyek Infrastruktur Strategis

Oleh : very - Rabu, 17/06/2026 10:26 WIB


Menko AHY usai menghadiri Rapat Gabungan Dewan Pengawas dan BPI Danantara di Jakarta, Senin (15/6/2026). (Foto: Humas Menko Infra)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mempercepat pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis nasional.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY usai menghadiri Rapat Gabungan Dewan Pengawas dan BPI Danantara di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Menko AHY, keberadaan Danantara, khususnya melalui Danantara Development Management Fund (DDMF), berpotensi menjadi mitra strategis dalam mendukung pembiayaan proyek-proyek jangka panjang yang menjadi prioritas pemerintah.

“Bagi kami di Kemenko Infra, DDMF akan menjadi mitra strategis karena salah satu fokus utamanya adalah pembangunan nasional dan infrastruktur esensial yang sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujar Menko AHY.

Dalam rapat tersebut, Menko AHY bersama para menteri koordinator, menteri terkait, serta jajaran BPI Danantara membahas berbagai proyek prioritas nasional yang memiliki dampak besar terhadap konektivitas, ketahanan wilayah, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Hadir dalam pertemuan tersebut Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani, Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir, Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria, dan Chief Transformation Officer (CTO) Sigit Puji Santosa beserta jajaran BPI Danantara.

Menko AHY menyoroti sejumlah proyek prioritas yang membutuhkan dukungan investasi besar dan berkelanjutan. Salah satunya adalah pembangunan Giant Sea Wall untuk melindungi kawasan pesisir yang menghadapi ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut, terutama di wilayah Teluk Jakarta serta kawasan Semarang, Kendal, dan Demak.

“Ini sudah sangat mendesak. Ada sejumlah daerah yang membutuhkan perlindungan melalui pembangunan Giant Sea Wall karena menghadapi penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan banjir rob,” kata Menko AHY.

Selain itu, Menko AHY juga mendorong percepatan pengembangan sektor perkeretaapian melalui revitalisasi jalur eksisting, reaktivasi jalur yang tidak beroperasi, serta pembangunan jalur baru di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Menurutnya, pengembangan jaringan kereta api memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas nasional sekaligus meningkatkan efisiensi logistik.

“Fokusnya bukan hanya transportasi manusia, melainkan juga logistik. Ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi di berbagai wilayah Indonesia,” jelas Menko AHY.

 

Target Pembangunan 3 Juta Rumah

Menko AHY juga menekankan pentingnya dukungan pembiayaan untuk menyukseskan target pembangunan 3 juta rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Skema pendanaan yang kuat dan berkelanjutan dinilai menjadi faktor penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Menko AHY menegaskan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang menentukan daya saing dan kualitas hidup generasi mendatang. Karena itu, setiap proyek strategis perlu dirancang secara matang, didukung skema pembiayaan yang berkelanjutan, serta dilaksanakan secara efektif agar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Menurut Menko AHY, kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan Danantara menjadi modal penting untuk mempercepat realisasi berbagai proyek strategis nasional. Dengan dukungan pembiayaan yang kuat, tata kelola yang akuntabel, serta koordinasi yang efektif antarpemangku kepentingan, proyek-proyek tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi pembangunan Indonesia yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera di masa depan.

“Kita ingin memastikan pembangunan yang dilakukan hari ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi yang kuat bagi generasi mendatang. Dengan sinergi yang semakin baik serta tata kelola yang akuntabel dan transparan, saya optimistis berbagai proyek strategis ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Menko AHY.

Menko AHY juga mengapresiasi capaian Danantara yang berhasil menghimpun pendanaan global melalui penerbitan obligasi senilai 1,5 miliar dolar AS. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia dan kapasitas lembaga investasi nasional dalam mengelola proyek-proyek strategis.

“Ini merupakan milestone penting dan menjadi bentuk kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Kami tentu mengapresiasi kerja keras Danantara yang terus menunjukkan progres positif,” ujar Menko AHY.

Ke depan, Menko AHY berharap sinergi antara pemerintah dan Danantara semakin kuat untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan secara akuntabel dan transparan, sehingga setiap investasi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” pungkas Menko AHY. *

Artikel Lainnya