Nasional

Berusaha Menyelamatkan Nyawa Pelajar, Inilah Kronologi Polisi dan Prajurit TNI AU Gugur Diterjang Ombak di Pantai Ngursoin

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 23/06/2026 19:27 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Minggu siang itu, suasana di Pantai Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Maluku Tenggara, tampak seperti hari libur biasa. Deretan tebing karang yang menghadap laut biru menjadi latar favorit para pelajar yang tengah menikmati waktu bersama rombongan sekolah mereka.

Namun, ketenangan itu berubah menjadi tragedi dalam hitungan menit.

Di antara para pelajar yang sedang berfoto di kawasan tebing Pantai Ngursoin, seorang siswa SMP bernama Opy Hanubun (16) tiba-tiba melompat ke laut. Diduga tidak mampu berenang dengan baik, remaja tersebut segera kesulitan mengendalikan diri di tengah derasnya arus dan gelombang.

Teriakan minta tolong pun memecah suasana pantai.

Di lokasi yang sama, dua aparat negara yang sedang berada di sekitar pantai mendengar jeritan tersebut. Mereka adalah Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polri, dan Serda Rangga, personel TNI Angkatan Udara.

Tanpa banyak berpikir, keduanya langsung berlari menuju bibir pantai dan terjun ke laut untuk menyelamatkan korban yang mulai terseret ombak.

Aksi penyelamatan berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Gelombang laut di kawasan itu diketahui sedang cukup tinggi. Saat berupaya menjangkau korban, Briptu Nanda dan Serda Rangga justru ikut terseret arus yang semakin kuat.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera bergerak memberikan pertolongan. Upaya evakuasi dilakukan secepat mungkin untuk menyelamatkan ketiga korban yang berada di tengah ganasnya ombak.

Pelajar yang tenggelam berhasil dievakuasi lebih dahulu dalam kondisi selamat. Namun perjuangan untuk menyelamatkan dua penyelamatnya sendiri berlangsung lebih sulit.

Briptu Nanda dan Serda Rangga sempat terbawa arus sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga dan dibawa ke Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Harapan masih sempat muncul ketika keduanya mendapatkan penanganan darurat. Namun takdir berkata lain.

Pada sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia. Sementara Briptu Nanda yang kondisinya kritis dirujuk ke RS Karel Sadsuitubun Langgur. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.

Kepergian dua aparat tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan-rekan mereka, tetapi juga masyarakat Maluku yang menyaksikan pengorbanan keduanya.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menyampaikan penghormatan atas keberanian Briptu Nanda yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan.

"Kami keluarga besar Polda Maluku menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Briptu Nanda Tutupoho dalam upaya penyelamatan seorang anak yang mengalami musibah tenggelam," ujar Rositah.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan almarhum mencerminkan pengabdian tulus seorang anggota Polri yang menempatkan keselamatan masyarakat di atas keselamatan dirinya sendiri.

"Almarhum telah menunjukkan keberanian, kepedulian, dan pengabdian yang luar biasa kepada masyarakat. Tindakan yang dilakukan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan menolong sesama manusia," katanya.

Pengorbanan Briptu Nanda kemudian mendapat penghargaan dari institusi Polri. Pada 22 Juni 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada almarhum dari Briptu menjadi Brigpol Anumerta.

Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas aksi heroik yang dilakukan dalam menyelamatkan seorang pelajar yang nyaris kehilangan nyawa.

Di Pantai Ngursoin, ombak yang hari itu merenggut dua nyawa menyisakan kisah tentang keberanian. Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga mungkin tidak kembali ke rumah, tetapi tindakan mereka memastikan seorang anak selamat dan memiliki kesempatan melanjutkan hidup.

Sebuah pengorbanan yang akan dikenang sebagai bentuk pengabdian tanpa pamrih kepada sesama. 

Artikel Lainnya