Nasional

Pemprov DKI Berduka, Petugas Damkar Meninggal Saat Bertugas Tangani Kebakaran Sampah di Kramat Jati

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 02/08/2026 20:42 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) yang gugur saat menjalankan tugas menangani kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Korban diketahui bernama Andriyono, Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung. Ia meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan ketika terlibat dalam operasi pemadaman pada Sabtu (2/8).

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, mengatakan pihaknya turut berbelasungkawa kepada keluarga almarhum dan memastikan seluruh hak yang menjadi hak almarhum akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Bayu, laporan kebakaran diterima pada Sabtu dan langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam beserta sekitar 50 personel ke lokasi. Dalam operasi tersebut, Andriyono bertugas mendukung proses pemadaman dengan mencari sumber air dan melakukan penyambungan selang, bukan berada di titik utama kebakaran.

Saat menjalankan tugasnya, almarhum mendadak mengeluhkan nyeri di bagian dada. Rekan-rekannya segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB. Bayu menyebut almarhum memiliki riwayat penyakit jantung.

Sementara itu, proses penanganan kebakaran di lokasi masih berlanjut. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan petugas Gulkarmat masih melakukan pendinginan untuk memastikan bara api yang berada di bawah timbunan sampah benar-benar padam.

Ia menjelaskan, meski kobaran api di permukaan telah berhasil dikendalikan, masih terdapat potensi api menyala di lapisan bawah tumpukan sampah. Kondisi tersebut ditandai dengan kepulan asap yang masih terlihat dari lokasi.

Untuk mempercepat pemadaman, petugas membuka sejumlah titik pada timbunan sampah agar air dapat menjangkau bagian terdalam dan memadamkan bara yang masih tersisa.

Di saat bersamaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mulai mengangkut sampah dari area yang telah dinyatakan aman. Pengangkutan dilakukan secara bertahap, sedangkan area bekas kebakaran baru akan dibersihkan setelah dinyatakan aman oleh petugas Gulkarmat.

Marulina menegaskan lokasi yang terbakar bukan merupakan tempat pembuangan sampah resmi. Namun, lahan tersebut selama ini kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pembuangan sampah ilegal hingga menyebabkan penumpukan dalam jumlah besar.

Pemprov DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah terus mendorong pengelolaan sampah berbasis pemilahan melalui gerakan pilah, angkut, olah, dan manfaatkan, sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke TPST Bantargebang.

Untuk mencegah kejadian serupa, mulai Senin (3/8) PPNS Dinas Lingkungan Hidup bersama Satuan Polisi Pamong Praja akan melakukan pengawasan dan penindakan di lokasi tersebut. Pemprov menegaskan pelaku pembuangan sampah ilegal akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.*

Artikel Lainnya