Nasional

Menko Pangan Sebut Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan untuk Perkuat Posisi Tawar Nelayan

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 04/08/2026 20:18 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah mempercepat pengembangan Program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya memperkuat posisi tawar nelayan melalui penyediaan infrastruktur pendukung dan penguatan jaringan koperasi. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan nelayan terhadap tengkulak sekaligus meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan selama ini persoalan utama yang dihadapi nelayan bukan terletak pada kemampuan produksi, melainkan lemahnya akses terhadap sistem pemasaran yang menguntungkan. Kondisi tersebut membuat nelayan kerap menjual hasil tangkapan dengan harga rendah karena tidak memiliki pilihan lain.

"Selama ini nelayan bekerja keras menghadapi berbagai risiko di laut, tetapi hasil yang diterima belum mencerminkan jerih payah mereka," ujar Zulkifli dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Makassar, Selasa.

Ia mengungkapkan, salah satu penyebab rendahnya pendapatan nelayan adalah tidak tersedianya fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Ketika produksi ikan melimpah, nelayan terpaksa segera menjual hasil tangkapannya meski harga pasar sedang turun agar ikan tidak rusak.

Menurut Zulkifli, pemerintah akan membangun berbagai fasilitas penunjang di kawasan permukiman nelayan, seperti pabrik es, gudang pendingin (cold storage), bengkel perahu, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memberi ruang bagi nelayan untuk menyimpan hasil tangkapan hingga memperoleh harga jual yang lebih baik.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan Koperasi Nelayan Merah Putih yang akan terhubung dengan sekitar 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah. Jaringan tersebut dirancang untuk memperlancar distribusi hasil perikanan dari wilayah yang mengalami surplus produksi ke daerah yang membutuhkan sehingga rantai distribusi tidak lagi bergantung pada tengkulak.

Zulkifli menyebut program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan perlindungan terhadap nelayan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dari sektor protein.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Nilai Tukar Nelayan (NTN) saat ini masih berada di kisaran 103. Sebagian besar nelayan juga masih masuk dalam kelompok masyarakat berpendapatan rendah, terutama pada desil satu dan dua.

Ia menilai kondisi tersebut perlu dibenahi melalui kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan, mulai dari akses penyimpanan, pembiayaan, hingga pemasaran hasil tangkapan.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga menyoroti masih besarnya potensi kerugian sektor perikanan akibat praktik pencurian ikan oleh kapal asing. Berdasarkan data Kementerian Kelautan, aktivitas penangkapan ikan ilegal diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi hingga hampir Rp200 triliun setiap tahun.

Pemerintah berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih beserta ekosistem koperasinya dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat daya saing nelayan nasional sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian.

Artikel Lainnya