Nasional

Berada dalam Satu Negara

Mengenal Perbedaan Pasukan Houthi dan Militer Yaman

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 08/08/2026 19:59 WIB


Mengenal Perbedaan Pasukan Houthi dan Militer Yaman

Jakarta, INDONEWS.ID - Kelompok bersenjata Houthi dan militer Yaman merupakan dua kekuatan yang berada di negara yang sama, tetapi berada di pihak yang berseberangan dalam konflik Yaman. Houthi merupakan kelompok bersenjata yang menguasai sejumlah wilayah Yaman, sedangkan militer Yaman merupakan bagian dari aparat pertahanan pemerintah yang diakui secara internasional.

Perbedaan itu kembali terlihat setelah pasukan Houthi melancarkan serangan terhadap sejumlah kamp militer di Yaman bagian tengah pada Kamis (6/8) malam. Serangan tersebut menewaskan 30 personel pasukan pemerintah Yaman dan melukai 11 warga sipil.

Kementerian Pertahanan Yaman menyebut serangan dilakukan menggunakan rudal balistik dan drone. Beberapa kamp militer di Provinsi Marib dan Hadramawt menjadi sasaran serangan.

Menurut kementerian tersebut, serangan terjadi sekitar pukul 22.40 waktu setempat atau 19.40 GMT. Pemerintah Yaman mengecam serangan itu sebagai tindakan "pengkhianatan" dan menyatakan akan merespons pada waktu dan tempat yang dianggap tepat.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan mendukung pemerintah Yaman juga melaporkan adanya korban sipil. Dari 11 warga sipil yang terluka, tujuh di antaranya merupakan warga negara Saudi.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui X, koalisi Saudi menyebut korban luka termasuk seorang perempuan dan anak berusia empat tahun. Keduanya dilaporkan mengalami luka bakar tingkat dua. Empat korban lainnya merupakan warga Yaman, Pakistan, dan Mesir.

Siapa Houthi?

Houthi merupakan kelompok bersenjata yang mengambil nama dari Hussein Badreddin al-Houthi, tokoh yang memimpin gerakan kebangkitan agama Syiah Zaidiyyah di Yaman pada akhir 1990-an.

Kelompok ini berakar di Provinsi Sa`dah, Yaman bagian utara. Pada awal kemunculannya, Houthi merupakan gerakan yang menentang pemerintah Yaman. Konflik antara Houthi dan pemerintah kemudian berkembang menjadi perang berkepanjangan.

Menurut Council on Foreign Relations (CFR), Houthi mendapat dukungan dari Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Dukungan tersebut membantu meningkatkan kemampuan militer Houthi, termasuk dalam penggunaan rudal dan drone.

Dalam perkembangannya, Houthi berhasil menguasai wilayah yang luas di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa. Kelompok tersebut kemudian menjadi salah satu kekuatan utama dalam perang saudara Yaman.

Lantas, siapa militer Yaman?

Berbeda dengan Houthi, militer Yaman merupakan angkatan bersenjata resmi negara yang berada di bawah struktur pemerintahan Yaman.

Pemerintah Yaman saat ini dipimpin melalui Presidential Leadership Council (PLC), yang diakui secara internasional. Pemerintah tersebut mendapat dukungan dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam menghadapi Houthi.

Angkatan bersenjata Yaman secara umum mencakup Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara serta unsur pertahanan udara. Struktur militer Yaman mengalami sejumlah reorganisasi sejak pecahnya konflik dan perubahan politik di negara tersebut.

Dengan demikian, istilah "pasukan Yaman" dan "pasukan Houthi" tidak merujuk pada dua cabang dari satu angkatan bersenjata. Keduanya merupakan kekuatan yang berbeda dan berada di kubu yang berlawanan dalam konflik Yaman.

Konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman merupakan bagian dari perang saudara yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Houthi mengambil alih Sanaa pada 2014, yang kemudian mendorong intervensi militer koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman.

Sejak saat itu, konflik melibatkan berbagai kelompok bersenjata dan kekuatan regional. Iran mendukung Houthi, sementara Arab Saudi dan sejumlah negara lainnya mendukung pemerintah Yaman.

Konflik tersebut juga menjadikan Yaman sebagai salah satu arena persaingan kekuatan regional di Timur Tengah.

Serangan terbaru terhadap kamp militer pemerintah menunjukkan bahwa meski berada dalam satu negara, Houthi dan militer yang loyal kepada pemerintah Yaman tetap merupakan dua kekuatan yang berbeda secara struktur, kepentingan politik, dan aliansi.

Artikel Lainnya