Jakarta, INDONEWS.ID — Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bersama aparat gabungan mengamankan lokasi Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, setelah terjadi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK), Sabtu (8/8).
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 12.45 WIT dari arah depan gapura pintu masuk kawasan festival. Dua warga sipil menjadi korban dalam kejadian tersebut.
"Benar kejadiannya memang tadi sekitar pukul 12.45 WIT terjadi aksi penyerangan menggunakan senjata api yang menimbulkan dua korban dari masyarakat sipil. Saat ini lokasi FBLB kami dari aparat gabungan telah mengamankan," kata Satriya di Wamena, Sabtu.
Kedua korban diketahui bernama Laode Muhammad Ojo (43) dan Salbia (50). Laode mengalami luka tembak yang diduga mengenai lutut kanan, sedangkan Salbia mengalami luka yang diduga akibat tembakan pada paha kanan dan punggung tangan kanan.
Kedua korban sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Walesi sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena. Polisi menyebut kondisi keduanya saat ini dalam keadaan baik.
Setelah kejadian, aparat gabungan langsung melakukan penyisiran di sekitar kawasan festival untuk mencari pelaku sekaligus memastikan keamanan lokasi. Polisi juga bekerja sama dengan TNI dan sejumlah satuan tugas dalam proses pengamanan tersebut.
"Kita sudah melakukan penyisiran, kita juga bekerja sama dengan TNI termasuk satuan-satuan tugas, dibantu juga dari Office Defence Cooperation (ODC). Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di lokasi," ujar Satriya.
Polisi menduga aksi penembakan berasal dari arah Kali Uwe. Namun, aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan pelaku dan motif penembakan.
Satriya memastikan situasi di sekitar lokasi festival saat ini kondusif. Meski demikian, kepolisian telah menyarankan kepada Bupati Jayawijaya agar pelaksanaan FBLB dihentikan demi keselamatan masyarakat dan pengunjung.
"Kita sudah sarankan ke bupati untuk menghentikan pelaksanaan FBLB setelah terjadinya peristiwa penembakan itu," katanya.
Penghentian kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi guna mencegah insiden lanjutan sekaligus memberikan ruang bagi aparat keamanan untuk melakukan penyisiran dan penyelidikan terhadap pelaku.
FBLB ke-34 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 7-8 Agustus 2026, di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.