Jakarta, INDONEWS.ID - Uni Eropa (UE) siap membantu Indonesia dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pengerahan sistem satelit Copernicus. Hal itu disampaikan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen melalui media sosial X, Sabtu (15/8).
“Dari solidaritas menjadi tindakan, Eropa senantiasa siap mengerahkan Copernicus, mata kami di langit, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami berdiri bersamamu,” kata Von der Leyen.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang pesisir timur Indonesia pada Jumat malam (14/8). Dinas penyelamatan melaporkan sedikitnya 20 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung untuk mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan.
Gempa tersebut juga memicu tsunami kecil dengan ketinggian kurang dari 1 meter. Otoritas setempat sempat mengeluarkan peringatan tsunami sebelum akhirnya mencabut peringatan tersebut.
Proses pencarian dan penyelamatan korban menghadapi sejumlah kendala. Longsor, kerusakan infrastruktur, serta gangguan komunikasi akibat gempa dilaporkan memperumit upaya evakuasi di wilayah terdampak.
Copernicus merupakan sistem observasi Bumi milik Uni Eropa yang memanfaatkan data satelit untuk memantau kondisi permukaan Bumi. Dalam situasi darurat, data tersebut dapat digunakan untuk memetakan wilayah terdampak secara cepat, mengidentifikasi kerusakan, serta membantu otoritas dalam menentukan prioritas operasi pencarian dan penyelamatan.
Dukungan melalui Copernicus diharapkan dapat membantu Indonesia memperoleh gambaran kondisi wilayah terdampak secara lebih cepat di tengah masih berlangsungnya proses evakuasi korban gempa.