Nasional

Ada Apa?! Rumah Susanah Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi Usai Viral Disebut Dalam Pidato Prabowo

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 18/08/2026 18:41 WIB


Ada Apa?! Rumah Susanah Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi Usai Viral Disebut Dalam Pidato Prabowo

Jakarta, INDONEWS.ID - Garis polisi berwarna kuning yang melintang di teras rumah sederhana berukuran 3x3 meter di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sempat membuat warga bertanya-tanya. Garis serupa bahkan dipasang mengelilingi pos ronda di ujung gang.

Namun, tanda tersebut bukan berkaitan dengan dugaan tindak pidana. Pengurus RT setempat menjelaskan, pemasangan garis polisi merupakan langkah bersama Ketua RW, kepala desa, dan kepala dusun untuk mengantisipasi kedatangan awak media serta pihak luar yang mendatangi rumah Susanah tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan lingkungan setempat.

Saat situasi itu terjadi, Susanah dan suaminya, Didim, sedang berada di Jakarta sejak Rabu (12/8/2026). Keduanya memenuhi undangan untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR serta rangkaian upacara 17 Agustus di Istana Merdeka.

Sementara itu, tiga anak Susanah tetap tinggal di rumah yang sebagian dindingnya menggunakan sekat triplek tersebut. Mereka hanya ditemani sang nenek, Yuyum.

Pengurus lingkungan khawatir kedatangan banyak orang secara tiba-tiba dapat mengganggu kondisi psikologis anak-anak Susanah.

"Takutnya, khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral," kata Iis Isnawati, istri Ketua RT setempat, dikutip Tribunnews.com, Selasa (18/8/2026).

Karena itu, garis polisi dipasang sebagai penanda agar setiap tamu maupun wartawan yang hendak mengambil gambar atau menemui keluarga Susanah terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat lingkungan.

Rumah Susanah Mendadak Disorot

Rumah sederhana tersebut mendadak menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut nama Susanah dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai salah satu penerima bantuan pemerintah dari Kabupaten Bogor.

"Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," ujar Prabowo.

Susanah hadir mengenakan pakaian adat dan berdiri di balkon gedung parlemen. Pada saat bersamaan, video yang menampilkan dirinya saat menceritakan pemanfaatan bantuan sosial diputar di layar besar.

Pernyataan mengenai pekerjaan Susanah sebagai pengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram kemudian menjadi perbincangan publik, terutama di media sosial.

Warga Sebut Pekerjaan Susanah Berbeda

Saat ditemui di lingkungan tempat tinggal Susanah pada Senin (17/8/2026), Iis mengatakan pekerjaan Susanah sehari-hari tidak sesuai dengan informasi yang disebutkan dalam pidato tersebut.

"Di Kampung Ciuncal ini, terutama di RT 01, tidak ada profesi pengupas bawang ya," kata Iis.

Menurut dia, Susanah sehari-hari membuat kain majun di rumah pada pagi hari. Pada siang hingga sore, Susanah bekerja mencuci tempat makan atau ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara itu, Didim bekerja serabutan sebagai kuli bangunan. Keluarga Susanah tercatat sebagai keluarga kurang mampu dalam desil 1. Mereka juga terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Perbedaan informasi mengenai pekerjaan dan besaran upah tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah akan melakukan pengecekan ulang.

"Nanti kita cek ya," ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Artikel Lainnya