Jakarta, INDONEWS.ID - Isfansyah. Dalam teaser trailer yang dirilis, Putri Marino yang memerankan Pertiwi dikisahkan pulang ke kampung halamannya, setelah 20 tahun pergi. Namun, kepulangannya justru mengundang curiga para warga kampung. Kedua orangtua Pertiwi juga seperti tak menginginkan kepulangannya. Gerak-gerik Pertiwi selalu diawasi. Tapi, dalam kepulangannya itu, ada yang kemarahan yang tertunda, kekecewaan, dan kegetiran. Pertiwi seperti ingin disingkirkan.
Sementara itu, visual yang tersaji dalam teaser trailer juga menambah suasana yang penuh teka-teki misteri, dengan alur mendebarkan. Ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi menjadi reuninya kembali bersama Putri Marino sebagai pemeran utama di film ini setelah kesuksesan serial Gadis Kretek.
Tak hanya Putri, film ini juga menjadi reuni bersama Arya Saloka, serta jajaran kru dibalik layar Gadis Kretek, termasuk sinematografer Batara Goempar, desainer produksi Dita Gambiro, penata busana Hagai Pakan, penata rias Astrid Sambudiono, perekam suara Sutrisno dan editor Ahmad Fesdi Anggoro.
Sebelumnya, Forka Films juga telah merilis official teaser poster Empat Musim Pertiwi yang menampilkan tokoh utama, Pertiwi, yang diperankan Putri Marino. Dipotret dengan dekat dan berfokus pada satu tokoh, penonton akan diajak untuk mengikuti perjalanan batin Pertiwi mengarungi musim-musim dalam hidupnya.
“Di teaser trailer, kita bisa mengintip kehidupan Pertiwi. Perempuan yang tidak takut mati, seperti yang disampaikan dalam dialog. Pertiwi tidak takut apapun. Tapi kepulangannya juga membawa trauma yang besar, yang membuatnya menjadi tidak takut apapun. Dia hanya memiliki dirinya sendiri,” ujar penulis dan sutradara Kamila Andini tentang karakter Pertiwi yang diperankan Putri Marino Dalam teaser trailer juga sudah terlihat latar tempat yang menjadi dunia Pertiwi di film ini, yakni Bromo. Bromo sendiri sudah muncul sejak pengembangan ide awal film.
“Ide awal film ini terbentuk pada tahun 2017. Namun justru yang memantik adalah latarnya, yakni Bromo. Saat itu, ada yang ingin kami sampaikan ketika berinteraksi dengan ruang di Bromo. Ide ini bahkan jauh sebelum ada Gadis Kretek,” ujar produser Ifa Isfansyah.
Film ini dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan. Diproduksi Forka Films, film ini turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, TeamUp, Julie Estelle, dan Navvaros. Empat Musim Pertiwi akan mengikuti Pertiwi. Setelah 20 tahun, ia pulang. Pilihan yang tidak mudah karena ia tahu orang-orang tidak mengharapkan kepulangannya.
Bahkan di rumahnya sendiri. Tapi ada alasan kenapa Pertiwi pulang. Pertiwi ingin menghadapi empat musim dalam hidupnya. Masa-masa yang pernah membuat hidupnya gelap gulita di dalam penjara, hingga perlahan Pertiwi bisa kembali mekar dan berbunga menuju cahaya yang sudah lama hilang.
Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026.