Home › Nasional

Mutasi Polri: Irjen Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya, Ini Profil Lengkapnya

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 03/10/2026 09:02 WIB


Mutasi Polri: Irjen Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya, Ini Profil Lengkapnya

Jakarta, INDONEWS.ID – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Salah satu nama yang mendapat penugasan baru adalah Irjen Pol. Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.

Dadang ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya, menggantikan Komjen Pol. Asep Edi Suheri yang mendapat penugasan sebagai Irwasum Polri. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Sebelum ditunjuk memimpin Polda Metro Jaya, Dadang menjabat sebagai Kapolda Maluku. Ia menduduki jabatan tersebut sejak Agustus 2025 setelah sebelumnya dipercaya sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.

Penunjukan ke Polda Metro Jaya menempatkan Dadang kembali pada posisi strategis setelah sebelumnya menjalani sejumlah penugasan penting di lingkungan Polri, termasuk di bidang reserse, pembinaan sumber daya manusia, pendidikan kepolisian, hingga kepemimpinan kewilayahan.

Lulusan Akpol 1994

Dadang Hartanto lahir pada 24 November 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Profil resmi STIK mencatat sejumlah jabatan penting yang pernah diembannya sepanjang karier kepolisian.

Kariernya di kewilayahan dimulai antara lain sebagai Kapolsek Senen pada 2005. Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolres Subang pada 2009, Kapolres Cianjur pada 2011, serta Wakapolrestabes Bandung pada 2012. Pada tahun yang sama, ia juga pernah menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri.

Setelah itu, Dadang mendapat sejumlah penugasan di tingkat pusat. Ia pernah menjadi Assesor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri pada 2014, Koorspripim Polri, serta Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri pada 2016.

Karier Dadang kemudian berlanjut sebagai Kapolrestabes Medan pada 2017. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menduduki posisi Karorenmin Bareskrim Polri.

Pada 2020, Dadang mendapat promosi sebagai Wakapolda Sumatera Utara. Setelah itu, ia memasuki jalur pendidikan dan pengembangan kepemimpinan Polri sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Pada 20 September 2024, Dadang dilantik sebagai Ketua STIK Lemdiklat Polri, menggantikan Komjen Pol. Nico Afinta. Lembaga tersebut merupakan institusi pendidikan kedinasan dan akademik di bawah Lembaga Pendidikan Polri.

Dari Ketua STIK ke Kapolda Maluku

Pada Agustus 2025, Dadang kembali mendapat penugasan di kewilayahan. Ia ditunjuk sebagai Kapolda Maluku, menggantikan Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan. Mutasi tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025.

Selama memimpin Polda Maluku, Dadang antara lain menekankan penguatan profesionalisme personel, pelayanan publik, penegakan hukum, serta sinergi antarlembaga. Pada Juni 2026, ia juga menegaskan pentingnya proses rekrutmen anggota Polri yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme.

Dadang juga memiliki latar belakang akademik. Pada Mei 2023, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ia tercatat sebagai profesor ke-8 UMSU dan profesor ke-241 di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah saat itu.

Dengan gelar akademiknya, nama lengkapnya tercatat sebagai Irjen Pol. Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. STIK juga mencatat dirinya sebagai sosok yang memiliki pengalaman kepolisian di bidang reserse sekaligus pengalaman dalam pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Polri.

Nama Dadang juga sempat menjadi perhatian publik setelah ia dipercaya sebagai Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 pada 1 Juli 2025. Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara dan meminta Dadang menghadap setelah upacara selesai.

Kini, setelah menjalani penugasan sebagai Kapolda Maluku, Dadang mendapat amanah baru sebagai Kapolda Metro Jaya. Posisi tersebut merupakan salah satu jabatan kewilayahan strategis di tubuh Polri dengan wilayah hukum yang mencakup kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Dengan rekam jejak sebagai perwira reserse, Kapolres, pejabat Bareskrim, Wakapolda, pimpinan lembaga pendidikan Polri, hingga Kapolda, Dadang membawa pengalaman yang cukup panjang ke Polda Metro Jaya.

Artikel Lainnya