Jakarta, INDONEWS.ID - Pusat Studi Gender dan Kepemimpinan Birokrasi (PSGKB) Politeknik STIA LAN Jakarta bekerja sama dengan Kolaborator Drop Sampah Kemasan (DSK) menyelenggarakan kegiatan Launching Drop Box Sampah Terpilah dan Talkshow bertajuk “Membangun Kesadaran Pengelolaan Sampah Melalui Kolaborasi” pada Kamis (20/8) di Aula Serbaguna Kampus Jakarta. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian sivitas akademika terhadap pengelolaan sampah sekaligus mendorong terciptanya budaya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan di buka secara resmi oleh Ketua PSGKB, Dr. Hidayaturahmi, MPA. mewakili Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, dengan menyampaikan sambutan bahwa isu pengelolaan sampah di lingkungan perguruan tinggi bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan tantangan kepemimpinan dan kesadaran bersama. Dalam perspektif gender dan kepemimpinan birokrasi, kita melihat bahwa pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan membutuhkan pendekatan inklusif, di mana setiap individu—tanpa memandang gender—memiliki peran strategis dalam mengambil keputusan dan menciptakan kebiasaan baru.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi harus menjadi role model dalam tata kelola sampah yang terintegrasi dan berkeadilan. Melalui kolaborasi lintas sektor hari ini, kita berharap dapat merumuskan langkah konkret untuk menciptakan kampus yang hijau, bersih, dan responsif terhadap lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan diseminasi terkait pengelolaan sampah yang berjudul ‘membangun kesadaran pengelolaan sampah melalui kolaborasi’. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Politeknik STIA LAN Jakarta melalui PSGKB dengan tim kolaborator DSK: Indofood, Tetra pak, Nutrifood, Sidomuncul serta Bank Sampah Induk Rumah Harum dan Green Movement Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi starting point dimulai program pengelolaan sampah di lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta yaitu SINTESA SeTIA Jakarta (Sinergi pengelolaan sampah kampus) melalui penyediaan dropbox sampah kemasan yang disediakan oleh tim kolaborator DSK,” tegas Hidayaturahmi.
Ia menegaskan bahwa keberadaan drop box sampah terpilah di lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi media edukasi dan pengingat bagi seluruh sivitas akademika untuk membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah.
Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan lima narasumber dari berbagai latar belakang, yaitu Hamidah Rosidanti S., Dosen Politeknik STIA LAN Jakarta sekaligus Pengurus PSGKB; Hermansyah, Founder BSI Rumah Harum; Yordi Kristianto Budiono, Strategic Planning & Sustainability Manager Sido Muncul; serta Kenny Liana Siswanto, Sustainability Development Associate Manager Nutrifood dan Tasya Kamila, Founder Green Movement Indonesia;
Kehadiran para narasumber menghadirkan perspektif yang beragam mengenai pengelolaan sampah, mulai dari gerakan lingkungan, perspektif akademik, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga praktik keberlanjutan di dunia usaha. Kolaborasi berbagai perspektif tersebut memperkuat pesan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Hamidah Rosidanti S. memberikan perspektif akademik mengenai peran perguruan tinggi dalam membangun kesadaran dan partisipasi sivitas akademika terhadap isu lingkungan. Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mempraktikkan nilai-nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Dari sisi pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Hermansyah, Founder BSI Rumah Harum, membagikan pengalaman dan praktik dalam mengembangkan pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat. Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber serta didukung oleh partisipasi masyarakat.
Sementara itu, Yordi Kristianto Budiono, Strategic Planning & Sustainability Manager Sido Muncul, dan Kenny Liana Siswanto, Sustainability Development Associate Manager Nutrifood, memberikan perspektif dunia usaha mengenai penerapan prinsip keberlanjutan. Keterlibatan sektor swasta menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi dan menciptakan inovasi untuk menjawab tantangan pengelolaan lingkungan.
Tasya Kamila, Founder Green Movement Indonesia, berbagi perspektif mengenai pentingnya membangun kesadaran lingkungan melalui gerakan yang dimulai dari individu dan komunitas. Kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan dalam tindakan sehari-hari agar dapat berkembang menjadi kebiasaan dan gerakan bersama.
Talkshow berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai tantangan pengelolaan sampah, pentingnya perubahan perilaku, peran generasi muda, serta kebutuhan untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Salah satu momentum utama kegiatan adalah Launching Drop Box Sampah Terpilah di lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong sivitas akademika untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, khususnya sampah kemasan.
Drop box sampah terpilah juga menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Dengan pemilahan sejak awal, sampah yang masih memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi dapat lebih mudah dikumpulkan dan dikelola untuk dimanfaatkan kembali.
Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan bahwa membangun kesadaran lingkungan tidak cukup hanya dengan menyampaikan pesan atau kampanye. Kesadaran perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata, kebiasaan, dan sistem yang mendukung. Karena itu, kehadiran drop box di lingkungan kampus diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
PSGKB Politeknik STIA LAN Jakarta bersama Kolaborator DSK berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi gerakan yang lebih luas. Sivitas akademika diharapkan dapat mengambil peran mulai dari hal sederhana, seperti mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan memastikan sampah dibuang serta dikelola pada tempat yang tepat.
Sebagai perguruan tinggi terapan di bawah LAN, Politeknik STIA LAN Jakarta terus berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mendukung pengembangan kapasitas akademik, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Semangat tersebut sejalan dengan pentingnya membentuk sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian terhadap keberlanjutan.
Melalui program pengelolaan sampah di lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta yaitu SINTESA SeTIA Jakarta (Sinergi pengelolaan sampah kampus) mengajak seluruh sivitas akademika untuk melihat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana. Memilah sampah hari ini bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dari kesadaran menuju aksi, dari kolaborasi menuju perubahan. PSGKB Politeknik STIA LAN Jakarta bersama seluruh sivitas akademika siap menjadi bagian dari gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan.