Manggarai Barat, INDONEWS.ID - Sejumlah pihak terus berupaya melakukan penanganan darurat pascagempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sektor pendidikan turut menjadi bagian yang terdampak dari bencana yang terjadi pada Sabtu lalu (15/8).
Kali ini Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen dikdasmen) Prof. Dr. Atip Latipulhayat menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan pihaknya pada konferensi pers yang dilakukan secara virtual di Media Center Pos Pendamping Nasional Penanganan Darurat Gempa Bumi M7.7 NTT pada Kamis (20/8).
Berdasarkan data yang telah dirangkum oleh Kemendikdasmen, terdapat peserta didik dan tenaga pendidik yang menjadi korban bencana.
"Tiga di antaranya peserta didik dan satu tenaga pendidik yang meninggal dunia, serta 38 ribu warga sekolah yang mengungsi," ujar Atip, seperti dikutip dari siaran pers Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Selain korban jiwa, sejumlah infrastruktur pendidikan juga terdampak. "Gempa bumi berdampak pada 1.378 satuan pendidikan, dengan 502 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat," tuturnya.
Kerusakan masif ini membuat proses belajar mengajar terhenti. Namun semangat untuk tetap belajar tidak boleh padam. Penyesuaian dilakukan sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
"Pembelajaran dilaksanakan dari rumah dan tempat pengungsian agar menghindari bangunan yang berpotensi roboh dan melukai akibat gempa susulan yang terus berlangsung," imbuh Wamendikdasmen.
Pemerintah pusat merespons dampak bencana pada satuan pendidikan. Untuk langkah selanjutnya Kemendikdasmen bersama BNPB dan seluruh instansi terkait bergerak cepat agar anak-anak NTT dapat kembali belajar di tengah situasi darurat.
"Saat ini akan didistribusikan tenda yang diharapkan dapat mulai digunakan sebagai ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami rusak berat," pungkasnya.
Tim Kemendikdasmen sejak 16 Agustus 2025 telah tiba dan membawa bantuan yang telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, selain itu panduan pembelajaran di massa darurat yang berisi fleksibilitas moda dan materi dan dukungan psikososial telah diterbitkan untuk dapat digunakan. *