Jakarta, INDONEWS.ID - Upaya pemerintah memperkuat komponen cadangan (Komcad) pertahanan negara terus berlanjut. Sebanyak 2.065 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah mulai menjalani Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komcad gelombang kedua pada Senin (24/8/2026).
Program yang digelar Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu menjadi bagian dari upaya mengejar target pembentukan 4.000 personel Komcad dari unsur ASN sepanjang 2026.
Kepala Bacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan, ribuan ASN tersebut akan mengikuti Latsarmil selama sekitar 1,5 bulan di lima satuan pendidikan TNI di Jakarta.
Kelima lokasi tersebut yakni Pusat Pendidikan Kesehatan TNI AD (Puskesad), Brigif 1 Pasukan Marinir (Pasmar), Pusat Bahasa (Pusbahasa) Kodiklat TNI AU, Batalyon 461 Pasgat, dan Batalyon 465 Pasgat.
Gabriel meminta agar pelaksanaan pendidikan dilakukan dalam suasana yang positif dan penuh semangat. Menurut dia, para peserta diharapkan menjalani seluruh rangkaian latihan dengan gembira.
“Jadi, nanti kalau ke tempat di mana saja akan temukan ASN dalam kondisi apa pun, termasuk latihan ini, mereka melaksanakan dengan penuh riang gembira,” kata Gabriel kepada wartawan.
Ia memastikan tidak terjadi insiden selama pelaksanaan Latsarmil Komcad ASN gelombang pertama. Seluruh peserta disebut mengikuti pendidikan hingga selesai.
Karena itu, Bacadnas optimistis pelaksanaan gelombang kedua dapat berlangsung dengan baik. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelatihan.
“Gelombang kedua ini, kami berproyeksi pada gelombang pertama. Yaitu pembentukan ASN, kami tentu akan meningkatkan kualitasnya terhadap para ASN melalui pelatihan ini,” ujar Gabriel.
Tidak Ada Paksaan
Gabriel menegaskan keikutsertaan ASN dalam program Komcad dilakukan secara sukarela. Tidak ada paksaan terhadap para peserta yang mengikuti pendidikan tersebut.
Menurut dia, tingginya partisipasi ASN menunjukkan adanya kepedulian terhadap upaya mempertahankan kedaulatan negara. Ia mengatakan pembentukan Komcad menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
“Tahun 2026 ini, proyeksi program (ASN Komcad) dalam rangka memastikan sistem pertahanan negara kita yaitu Sishankamrata betul-betul paripurna. Kehadiran salah satu elemen atau komponen yaitu Komponen Cadangan, ini kita pastikan secara fisik terus dibentuk,” tegasnya.
Sebelumnya, Bacadnas Kemhan telah menetapkan 1.758 ASN sebagai Komcad pada awal Juni 2026. Mereka juga menjalani Latsarmil selama sekitar 1,5 bulan.
Dengan tambahan 2.065 ASN pada gelombang kedua, jumlah peserta program Komcad ASN tahun ini telah melampaui 3.800 orang. Angka tersebut semakin mendekati target pembentukan 4.000 ASN Komcad pada 2026, ditambah sejumlah pemerintah daerah yang telah menjalankan program serupa secara mandiri.