Nasional

Ketika Tanah Kelahiran Memanggil: Indonews.id dan Diaspora NTT Satukan Langkah Bantu Korban Gempa

Oleh : indonews - Kamis, 27/08/2026 14:37 WIB


Ketika Tanah Kelahiran Memanggil: Indonews.id dan Diaspora NTT Satukan Langkah Bantu Korban Gempa

Jakarta, INDONEWS.ID - Di tengah duka dan kepedihan yang masih menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa, kepedulian tidak boleh berhenti pada rasa iba. Bagi sebagian warga NTT yang berada jauh dari kampung halaman, bencana tersebut menjadi panggilan untuk kembali merawat ikatan kemanusiaan.

Semangat itulah yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam rapat terbatas Dewan Redaksi Indonews.id bersama jajaran redaksi dan sejumlah warga NTT diaspora di Jakarta. Pertemuan tersebut dipimpin Dewan Redaksi Indonews.id, Drs. Asri Hadi, MA, yang berlangsung di Joglo Beer, Jalan Madrazah No. 14, Kemang, Jakarta Selatan.

Pertemuan itu mempertemukan sejumlah tokoh dan warga NTT diaspora yang memiliki perhatian terhadap kondisi masyarakat di daerah terdampak gempa. Di antaranya jurnalis senior Alex Dungkal, asal Riung, Kabupaten Ngada; Pemimpin Redaksi Indonews.id Rikard Djegadut, asal Manggarai Barat; serta Very Hardiman dan Donatus Nador: dua jurnalis senior asal Manggarai Timur, bersama sejumlah warga NTT diaspora lainnya.

Rapat tersebut tidak sekadar menjadi forum membicarakan bencana. Lebih jauh, pertemuan diarahkan untuk membangun gerakan bersama agar bantuan dan perhatian terhadap korban gempa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Jadi bagi siapapun yang terpanggil dan tergerak hatinya untuk membantu saudara kita para korban gempa NTT, donasi uang dapat dikirimkan ke rekening suster nomor 2509-9278-74 atas nama Maria Martina Hitu Berkanis (Vocationist Sister atau Suster-Suster Panggilan Ilahi ), Bank NTT," kata Asri Hadi pada kesempatan tersebut.

"Sementara untuk bantuan logistik seperti sembako, tenda, selimut hingga obat-obatan dapat dikirimkan ke Balai Sarwono, Jalan Madrazah No. 14, Kemang, Jakarta Selatan. Atau hubungi saya di nomor +62 811-192-787, nanti saya kirim sopir untuk jemput bantuannya," lanjut sosok sudah lama peduli dengan NTT ini.

Media Memberitakan dan Menggerakkan

Lebih jauh dalam pertemuan tersebut, Dosen purnabhakti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu menegaskan, keberadaan media juga ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas. Media tidak hanya memiliki tugas menyampaikan informasi mengenai jumlah korban, kerusakan, maupun perkembangan penanganan bencana.

Media juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kepedulian, mengangkat suara korban dan menghubungkan masyarakat yang ingin membantu dengan mereka yang membutuhkan bantuan.

Dalam situasi bencana, informasi yang akurat dan berperspektif kemanusiaan menjadi sangat penting. Pemberitaan tidak boleh berhenti pada angka. Di balik setiap angka korban terdapat manusia dengan cerita, keluarga dan harapan yang perlu didengar.

"Atas dasar itu, Indonews.id bersama warga NTT diaspora berkomitmen untuk terus mendorong gerakan kepedulian terhadap korban gempa NTT. Langkah tersebut diharapkan dapat melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, baik warga NTT di perantauan maupun masyarakat Indonesia secara luas," jelasnya.

Ketika Bencana Menjadi Panggilan Kemanusiaan

Pada kesempatan itu, Rikard Djegadut menyampaikan gempa bumi yang terjadi di Flores NTT telah merenggut banyak ratusan nyawa dan menghancurkan ribuan bangunan baik itu tempat tinggal hingga fasilitas umum. Namun lebih dari itu, terdapat keluarga yang kehilangan tempat tinggal, orang tua yang cemas terhadap masa depan anak-anaknya, serta masyarakat yang harus menjalani hari-hari dalam keterbatasan.

"Kita mungkin berada ratusan atau bahkan ribuan kilometer dari lokasi bencana, tetapi hubungan dengan tanah kelahiran membuat kabar dari kampung halaman terasa begitu dekat dan sangat menyesakkan dada," ungkapnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap korban gempa dipandang bukan semata-mata sebagai kegiatan bantuan sosial, melainkan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.

"Bantuan, sekecil apa pun, menjadi berarti ketika diberikan pada saat seseorang sedang berada dalam kondisi paling membutuhkan. Semangat untuk menjaga kesinambungan kepedulian itulah yang hendak dibangun melalui kolaborasi antara Indonews.id dan warga NTT diaspora," ujarnya.

Artikel Lainnya