Nasional

Hadir di Balai Sarwono! Merasakan Langsung Sensasi Terapi Accupressure Om Piet: Nyeri yang Bikin Tubuh Terasa Lebih Segar

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 27/08/2026 20:27 WIB


Pieter Dasion atau yang akrab disapa Om Piet sedang memijat pasiennya di Joglo Beer, Kamis (27/8/26).
Pieter Dasion atau yang akrab disapa Om Piet sedang memijat pasiennya di Joglo Beer, Kamis (27/8/26).

Jakarta, INDONEWS.ID - Rasa penasaran membawa wartawan Indonews.id menyambangi Joglo Beer yang berada di Kompleks Balai Sarwono, Jalan Madrazah No. 14, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026) pagi. Di tempat itu, Pieter Dasion atau yang akrab disapa Om Piet membuka jadwal praktik terapi pijat accupressure.

Alih-alih hanya bertanya mengenai bagaimana terapi tersebut dilakukan, wartawan Indonews.id memilih merasakan langsung menjadi pasien. Sejumlah titik tubuh kemudian ditekan menggunakan jari Om Piet. Pada beberapa bagian, tekanan terasa cukup kuat hingga memunculkan rasa nyeri seketika.

"Kalau tidak ada masalah dengan kesehatan, maka saat ditekan tidak akan sakit," ujar Om Piet di sela-sela praktiknya. Setelah tekanan dilepaskan, sensasi yang dirasakan pun berubah. Tubuh terasa lebih ringan dan segar. Meski demikian, pengalaman subjektif tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk mendiagnosis penyakit tertentu. Begitu pula rasa segar setelah pijatan tidak berarti seseorang terbebas dari gangguan kesehatan.

Dari Dunia Teknik ke Accupressure

Perjalanan Om Piet menekuni accupressure terbilang unik. Latar belakang pendidikannya berasal dari bidang teknik di Universitas Indonesia (UI). Ia juga pernah berkarier di lingkungan Kompas Gramedia Group sebelum memasuki masa pensiun pada 2019.

Jauh sebelum pensiun, sejak 2011, Om Piet mulai menekuni terapi pijat accupressure. Aktivitas tersebut dijalaninya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus sarana untuk tetap berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan banyak orang.

Dalam praktiknya, Om Piet menerima masyarakat dengan berbagai keluhan. Selain mereka yang ingin menjaga kebugaran atau membuat tubuh lebih rileks, ada pula keluarga yang datang mendampingi anggota keluarganya yang tengah menjalani pemulihan setelah stroke.

Dalam catatannya bertajuk "Indahnya Berbagi", Om Piet menceritakan pengalamannya mendampingi sejumlah pasien stroke. Dalam dua pekan terakhir, sedikitnya lima pasien disebut telah ia dampingi, yakni Om No, Bu Ita, Mas Ben, Mas An, dan Mas Nur.

Kondisi mereka beragam. Sebagian harus menggunakan kursi roda dan membutuhkan bantuan keluarga untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satunya Om No. Berdasarkan catatan Om Piet, pasien tersebut mengalami stroke setelah memiliki riwayat diabetes. Berat badannya sebelumnya disebut mencapai sekitar 140 kilogram dan kemudian mengalami penurunan.

Saat mengunjungi kediaman Om No, Om Piet mendapat cerita keluarga mengenai perubahan kondisi pasien. Salah satu perkembangan yang dianggap menggembirakan adalah kemampuan berjalan menuju kamar mandi dengan bantuan.

"Anaknya yang tinggal di Jepang juga melihat ada perubahan pada kondisi papanya," tulis Om Piet dalam catatannya, Rabu (26/8/2026).

Cerita lain datang dari Bu Ita, seorang pensiunan pramugari yang mengalami stroke pada sisi kiri tubuh. Menurut catatan Om Piet, setelah beberapa kali menjalani terapi, mulai muncul respons pada kaki dan tangan kiri.

Sementara itu, Mas Ben merupakan pria berusia sekitar 50 tahun yang sebelumnya aktif sebagai pemain band pengiring sejumlah artis. Setelah mengalami stroke, ia membutuhkan bantuan keluarga. Ada pula Mas An dan Mas Nur yang disebut mengalami stroke pada sisi kiri tubuh dan sedang menjalani proses pemulihan.

Om Piet menjelaskan bahwa terapi yang dilakukannya berupa pijatan pada telapak tangan dan sejumlah bagian tubuh. Ia mengaku menemukan respons berbeda pada setiap pasien. Namun, pengalaman tersebut merupakan pengamatan pribadi dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa terapi pijat dapat menyembuhkan stroke.

Karena itu, terapi accupressure yang dilakukan Om Piet sebaiknya ditempatkan sebagai aktivitas pendamping, bukan pengganti pemeriksaan maupun pengobatan medis. Masyarakat tetap perlu berkonsultasi dengan dokter, terutama jika mengalami gejala atau keluhan kesehatan yang serius.

Om Piet juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor risiko stroke. Pemeriksaan kesehatan secara berkala, antara lain tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, tetap diperlukan.

"Jangan sampai terlambat. Kenali kondisi tubuh dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin," pesan Om Piet.

Bagi masyarakat yang berminat merasakan langsung sensasi pijatan accupressure Om Piet, dapat menghubungi yang bersangkutan melalui WhatsApp di nomor 081388991010. Om Piet rutin hadir di Joglo Beer dalam kawasan Balai Sarwono sekali sepekan setiap hari Kamis.

Bagi Om Piet, aktivitas tersebut bukan sekadar mengisi waktu setelah pensiun. Ia memilih tetap aktif dengan berbagi pengalaman dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang datang kepadanya.

Pengalaman tersebut juga menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mencari rasa nyaman setelah terapi. Mengenali kondisi tubuh, tidak mengabaikan tanda-tanda penyakit, serta memastikan setiap keluhan mendapatkan penanganan yang tepat tetap menjadi hal utama.

Artikel Lainnya