Jakarta, INDONEWS.ID - Dua dekade perjalanan Pilatesia menjadi momentum bagi pemilik studio, Farta Aromanty untuk merayakan bukan sekadar bertambahnya usia usaha, tetapi juga perjalanan panjang membangun komunitas yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Perayaan 20 tahun Pilatesia digelar di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, Kamis (27/08).
Acara diisi dengan sesi Pilates bersama para member, talkshow mengenai kesehatan, hingga makan malam bersama yang dikemas dalam suasana akrab. Menurutnya, pemilihan Balai Sarwono sebagai lokasi perayaan bukan tanpa alasan. Tempat tersebut dinilai berada di posisi yang cukup strategis bagi para member Pilatesia yang datang dari berbagai wilayah.
"Saya mencari tempat yang bisa membuat semua member merasa seperti di rumah. Tempat ini menurut saya cukup di tengah-tengah, jadi tidak terlalu jauh untuk semuanya," ujar instruktur pilates yang biasa disapa Anty.
Baginya, suasana tempat menjadi bagian penting dalam perayaan dua dekade Pilatesia. Ia ingin acara tersebut tidak hanya menjadi seremoni ulang tahun, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmember.
Karena itu, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada olahraga dan talkshow. Anty juga menyiapkan makan malam bersama agar para member bisa lebih dekat dan saling mengenal.
Perjalanan Pilatesia sendiri dimulai pada 2006. Saat itu, Pilates belum sepopuler sekarang dan jumlah tempat maupun tenaga pengajarnya masih terbatas. Namun, perkembangan olahraga tersebut di Indonesia terus menunjukkan perubahan.
Menurut Anty, saat ini semakin banyak sekolah Pilates dari luar negeri yang datang ke Indonesia untuk memberikan pendidikan dan pelatihan. Kondisi itu membuat perkembangan Pilates semakin luas dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mempelajari olahraga tersebut secara benar.
Dua puluh tahun kemudian, Pilatesia pun terus membawa pesan yang sama: menjaga tubuh sebagai bagian penting dari kualitas hidup.
Anty menilai kesehatan tidak cukup hanya dibangun melalui olahraga. Pola makan bergizi dan seimbang, mengurangi konsumsi gula, serta menjaga waktu tidur juga harus menjadi bagian dari keseharian.
"Semua saling berhubungan. Kita harus memberikan tubuh kita waktu untuk beristirahat, makan dengan baik dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan benar," katanya.
Memasuki usia 20 tahun, Anty berharap Pilatesia dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh.
Perayaan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa perjalanan Pilatesia belum berhenti. Dari sebuah studio yang dirintis ketika Pilates belum banyak dikenal, kini Pilatesia telah tumbuh menjadi komunitas yang mempertemukan orang-orang dari berbagai usia dalam satu semangat: hidup lebih sehat dan berkualitas