Nasional

Inilah Sembilan Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU ke-35

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 30/08/2026 22:23 WIB


Inilah Sembilan Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU ke-35

Jakarta, INDONEWS.ID – Sembilan kiai sepuh dan kiai khos terpilih sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Penetapan dilakukan dalam Sidang Pleno 5 Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8) malam.

Kesembilan kiai tersebut ditetapkan berdasarkan hasil tabulasi suara dari pemilik suara sah muktamar, yakni Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU).

Berdasarkan perolehan suara, KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso menempati posisi pertama dengan 486 suara atau 10,31 persen. Posisi kedua ditempati TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled NU dengan 478 suara atau 10,14 persen.

Selanjutnya, AG KH Baharuddin HS memperoleh 392 suara atau 8,3 persen. KH Miftachul Akhyar berada di posisi keempat dengan 351 suara atau 7,4 persen, disusul KH Afifuddin Muhajir dengan 340 suara atau 7,2 persen.

Posisi keenam ditempati KH Anwar Iskandar dengan 327 suara atau 6,9 persen. Kemudian KH Anwar Manshur dari Lirboyo memperoleh 304 suara atau 6,4 persen.

Dua nama lainnya yakni Dr KH Abun Bunyamin, MA dengan 297 suara atau 5,7 persen dan Prof Dr KH Said Aqil Siroj dengan 273 suara atau 5,8 persen.

AHWA merupakan majelis yang terdiri dari sembilan ulama sepuh dan kiai khos yang dipilih dalam muktamar. Majelis tersebut nantinya bermusyawarah untuk menentukan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Rais Syuriah PBNU sekaligus Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh, mengatakan proses pemilihan anggota AHWA berasal dari usulan PWNU, PCNU, dan PCI NU yang telah diserahkan sejak awal registrasi muktamar.

Menurut dia, seluruh usulan nama tersebut dimasukkan ke dalam enam wadah transparan yang tidak dapat dibuka. Wadah tersebut ditempatkan di sebuah ruangan di depan rumah KH Abdul Rozaq Sholeh atau Gus Rozaq, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Untuk menjaga keamanan dan memastikan proses berlangsung transparan, keenam wadah tersebut dipantau melalui CCTV. Pengamanan juga dilakukan 15 anggota Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (Sigap) Pondok Pesantren Bahrul Ulum secara bergantian selama 24 jam.

Setelah sembilan anggota AHWA ditetapkan, mereka dijadwalkan segera menggelar musyawarah secara tertutup. Forum tersebut akan menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan Rais Aam PBNU.

Tak hanya memilih Rais Aam, AHWA juga akan memiliki peran dalam rangkaian penentuan kepemimpinan PBNU periode 2026-2031.

Artikel Lainnya