Sosok

Danni Irawan: Liga Jakarta Wadah Pembentukan Mental Anak

Oleh : rio apricianditho - Sabtu, 05/09/2026 23:17 WIB


Danni Irawan: Liga Jakarta Wadah Pembentukan Mental Anak

Jakarta, INDONEWS.ID - sosok penting di Liga Suratin U-15 menyoroti perlunya kompetisi sepakbola usia dini, karena bukan sekedar mencari bibit pemain berbakat tapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, mental, dan kedisplinan sejak usia muda.

Danni Irawan Pembina Liga SuratinU-15 mengatakan, adanya kompetisi membuka ruang bagi eks pemain dan legenda sepakbola untuk kontribusi dalam pembinaan generasi muda. Pengalaman yang dimiliki para pemain senior, menurutnya, akan lebih bermanfaat jika disalurkan melalui wadah yang tepat.

"Kalau tidak ada wadahnya, percuma juga para legenda. Mereka perlu diberikan ruang untuk ikut berkontribusi agar anak-anak bisa lebih berprestasi," ujar Danni.

Danni melihat Jakarta dan Jawa Barat masih menjadi salah satu kawasan dengan perkembangan sepak bola yang cukup maju. Karena itu, tradisi tersebut harus dijaga dengan kompetisi yang konsisten serta pembinaan yang tidak mudah menyerah.

Ia menegaskan pembentukan pemain muda membutuhkan proses panjang.

Anak-anak tidak cukup hanya berlatih sesekali, kemudian berhenti dan kembali berlatih beberapa hari kemudian. Mereka membutuhkan kesinambungan latihan sekaligus kesempatan bertanding agar perkembangan mereka bisa terukur.

"Jangan pernah bosan, jangan pernah menyerah. Semua harus terus mencoba dan berproses," katanya.

Bagi Danni, sepak bola juga memiliki fungsi yang lebih luas karena dapat menjadi sarana pendidikan karakter. Lapangan sepak bola bukan hanya tempat anak-anak mengejar kemenangan, tetapi juga ruang untuk belajar menghadapi tekanan, menerima kekalahan, bekerja sama dan bangkit ketika mengalami kegagalan.

Karena itu, pemerintah dan pemangku kepentingan sepak bola dinilai perlu melihat kompetisi usia muda sebagai bagian dari investasi untuk membangun generasi yang memiliki mental kuat.

Menurut Danni, ukuran keberhasilan pembinaan juga tidak seharusnya hanya dilihat dari berapa banyak pemain yang akhirnya menjadi pemain nasional. Tidak semua anak akan menjadi pesepak bola profesional, tetapi pengalaman yang mereka dapatkan dari latihan dan kompetisi dapat menjadi bekal dalam kehidupan.

"Jangan hanya dilihat apakah mereka menjadi pemain nasional atau tidak. Anak-anak ini sedang dibentuk supaya menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah menyerah," ujarnya.

Danni berharap Liga Jakarta dapat terus memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk mendapatkan jam terbang. Sebab, menurut dia, latihan tanpa kompetisi tidak akan cukup untuk menguji perkembangan seorang pemain.

Ia juga menilai pembinaan harus memperhatikan perkembangan pemain secara individu, termasuk latihan tambahan, kondisi fisik serta kedisiplinan mereka di luar sesi latihan bersama tim.

Dengan kompetisi yang rutin dan pembinaan yang berkesinambungan, Danni optimistis sepak bola Jakarta dapat terus melahirkan pemain-pemain berkualitas sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki mental kuat untuk menghadapi masa depan.

Artikel Lainnya