Nasional

Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus Minggu Dini Hari, Warga Diminta Tak Mendekat 3 Km

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 06/09/2026 09:08 WIB


Badan Geologi Kementerian ESDM kembali mencatat letusan gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Badan Geologi Kementerian ESDM kembali mencatat letusan gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Jakarta, INDONEWS.ID - Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Aktivitas letusan tersebut tercatat oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pukul 03.53 WIB.

Badan Geologi menyebut erupsi terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 46 milimeter dan berlangsung selama 30 detik.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi 30 detik,” demikian keterangan resmi Badan Geologi pada Minggu (6/9/2026).

Menyikapi aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).

Sedikitnya 33 penerbangan terdampak hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 22.00 WIB akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dampak terbesar terjadi pada penerbangan internasional.

Dari total penerbangan yang terdampak, sebanyak 16 penerbangan dibatalkan. Selain itu, tujuh penerbangan ditunda dan lima penerbangan lainnya dijadwalkan ulang.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut menjadi perhatian karena tidak hanya berdampak pada kawasan sekitar gunung, tetapi juga berimbas terhadap operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Artikel Lainnya