Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) buka suara terkait narasi yang beredar di sosial media yang menyebut wilayah Kalbar sudah terbakar dan seperti "neraka".
Kasatgas Informasi Bencana BPBD Kalbar Daniel menjelaskan warna merah pada peta yang beredar bukan berarti seluruh wilayah tersebut sedang dilanda api. Daniel mengatakan warna merah pada peta menunjukkan vegetasi yang dalam kondisi kering dan memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Ini yang banyak di media sosial. Diberikan narasi bahwa Kalimantan Barat sudah terbakar, sudah seperti apa namanya, sudah seperti neraka," kata Daniel, Rabu (9/9/2026).
Dia menegaskan, warna merah pada peta tidak boleh dimaknai sebagai titik api atau wilayah yang sedang terbakar. Menurutnya, informasi visual yang menampilkan sebagian besar wilayah Kalbar berwarna merah perlu dipahami sesuai konteksnya. Warna tersebut merupakan indikator kondisi vegetasi yang kering dan rawan terbakar, bukan gambaran luasan wilayah yang sedang dilalap api.
"Merah ini bukan berarti api. Tapi merah ini memberitahukan kepada kita bahwa ini vegetasi-vegetasi yang sudah kering, yang berpotensi terjadinya karhutla. Mudah terjadinya karhutla," jelasnya.
Karena itu, dia meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan Kalbar telah terbakar hanya berdasarkan warna merah pada peta yang beredar di media sosial.
"Jadi merah ini tidak boleh dimaknai api," tegas Daniel.
BPBD mengimbau masyarakat lebih cermat memahami informasi karhutla yang beredar agar tidak menimbulkan kepanikan maupun kesimpulan keliru mengenai kondisi kebakaran di Kalbar. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kemudahan terjadi karhutla di sebagian besar wilayah Kalbar pada tanggal 8 sampai 14 September 2026.