Nasional

Jadi Saksi Perjalanan Otomotif Indonesia, Maher Algadri Rayakan 80 Tahun Bersama Sahabat di Balai Sarwono

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 10/09/2026 08:24 WIB


Jadi Saksi Perjalanan Otomotif Indonesia, Maher Algadri Rayakan 80 Tahun Bersama Sahabat di Balai Sarwono

Jakarta, INDONEWS.ID – Pengusaha, pembalap dan perelly nasional Indonesia, Maher Algadri genap berusia 80 tahun. Perjalanan panjangnya ditandai dengan pertemuan sederhana bersama para sahabat dan orang-orang terdekat di Balai Sarwono, Jalan Madrazah No.14, Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu malam, 9 September 2026.

Tidak ada pesta besar atau seremoni panjang. Suasana berlangsung santai, mempertemukan sejumlah tokoh dari kalangan pengusaha, tokoh otomotif, pembalap, perally, keluarga dan sahabat yang telah mengenal Maher selama puluhan tahun.

Nama Maher tidak bisa dilepaskan dari perjalanan otomotif Indonesia. Pada dekade 1970-an, ia dikenal sebagai pembalap dan perally. Saat itu, olahraga otomotif masih berkembang dan banyak bertumpu pada komunitas serta jaringan personal.

Dari dunia otomotif, perjalanan Maher kemudian berlanjut ke dunia usaha. Ia dikenal sebagai pengusaha yang terkait dengan Kelompok Usaha Kodel. Pengalaman di dua dunia tersebut membuatnya memiliki jaringan pertemanan yang luas dan bertahan lintas generasi.

Lima dekade lebih perjalanan itu juga membuat Maher menyaksikan berbagai perubahan Indonesia, baik dalam dunia olahraga, bisnis maupun kehidupan sosial. Jejak kebangsaannya lebih banyak hadir melalui ruang usaha, olahraga dan jejaring sosial yang dibangunnya sepanjang perjalanan tersebut.

Perayaan ulang tahun ke-80 itu dihadiri sejumlah tokoh dunia usaha. Di antaranya Fuad Bawazier, Komisaris Utama Mind ID; Ramdani Basri, pengusaha jalan tol; dan Samari Alatas, komisaris dari kelompok usaha Jasa Marga.

Dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), hadir Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto, Wakil Ketua Bidang Mobility Oke Junjungan dan anggota Badan Pengawas IMI Dolly Indra Nasution.

Sementara dari kalangan pembalap dan pelaku otomotif hadir Tomi Hadi dari Gazpoll Racing, Lilik Mardianto, pembalap sekaligus kolektor mobil, serta Arie Hermanto, perally dan pengusaha kapal. Hadir pula Dodo TS, Dani Sarwono, Bambang Sudirdja, Ismail Johan, Simon Hutagalung, Iwan Poniman, Djangkung Bimantoro dan Rio Sarwono.

Dari keluarga, hadir adik kandung Maher, Sadik Algadri, yang dikenal sebagai juara judo nasional. Turut hadir Asri Hadi, Pemimpin Perusahaan Media Line Indonews.id.

80 Tahun Perjalanan Panjang Maher Algadri

Bagi Maher, dunia otomotif bukan sekadar bagian dari masa lalu. Hubungan dengan komunitas balap dan reli tetap terjaga hingga sekarang, sebagaimana terlihat dari kehadiran para pelaku otomotif dalam perayaan tersebut.

Perjalanan dari lintasan balap pada 1970-an menuju dunia usaha kemudian menempatkan Maher dalam lingkungan yang terus berubah mengikuti perkembangan Indonesia. Kini, di usia 80 tahun, Maher menjadi bagian dari generasi yang mengalami langsung perubahan dunia otomotif dan bisnis nasional selama lebih dari lima dekade.

Perayaan di Balai Sarwono menjadi penanda sederhana atas perjalanan itu. Bukan kemeriahan yang ditonjolkan, melainkan pertemuan para sahabat yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Maher Algadri.

Maher Algadri bukan nama asing di kalangan pengusaha elite. Sepak terjangnya dalam bisnis dikenal berkat perusahaan Kodel Group, yang menjadikannya salah satu konglomerat Tanah Air.

Dalam wawancara di Majalah Tempo pada 30 Juni 2014, Maher menyebut, sejak dulu, keluarganya memang kerap berkumpul dengan keluarga besar Soemitro Djojohadikusumo, yang tak lain adalah ayah dari Prabowo. 

Sedangkan ayah Maher, Hamid Algadri, adalah salah seorang anggota parlemen di masa-masa awal Republik Indonesia terbentuk. Hamid yang juga akrab dengan Soemitro, sering berbincang bersama, dan mengundang sejumlah tamu untuk berdiskusi.

Dalam wawancara di Majalah Tempo pada 30 Juni 2014, Maher menyebut, sejak dulu, keluarganya memang kerap berkumpul dengan keluarga besar Soemitro Djojohadikusumo, yang tak lain adalah ayah dari Prabowo. 

Sedangkan ayah Maher, Hamid Algadri, adalah salah seorang anggota parlemen di masa-masa awal Republik Indonesia terbentuk. Hamid yang juga akrab dengan Soemitro, sering berbincang bersama, dan mengundang sejumlah tamu untuk berdiskusi.

Kodel Group adalah konglomerasi yang didirikan oleh Fahmi Idris, Abdul Latief, Pontjo Sutowo dan Jan Darmadi. Perusahaan ini bergerak di banyak sektor mulai dari agribisnis, perdagangan, perminyakan, perbankan, hingga properti.

Artikel Lainnya