Jakarta, INDONEWS.ID - PERPINA (Perempuan Pemimpin Indonesia) sukses memperingati Ulang Tahun ke 7 yang digelar di Perpustakaan Negara, pada tanggal 10 September 2026 sekaligus pelantikan Pengurus Baru Pusat dan Daerah masa jabatan tahun 2026-2031 oleh Veve Safitri Ketua Umum PERPINA. Pada kesempatan yang sama dilaksanakan, Woman Leaders Submit 2026 dengan mengusung tema: "Perempuan Menciptakan Ekonomi, Kekuatan Mental dan Ketahanan Pangan Masa Depan"
Pada sambutan pengantar Ketua Umum PERPINA Veve Safitri menekankan kerjasa kolaborasi pentahelix sangat penting dalam mewujudkan karya pemimpin perempuan Indonesia yang mampu memberikan dampak positif baik ekonomi, pendidikan dan sosial bagi masyarakat tidak hanya di Indonesia namun hingga ke seluruh dunia. Veve Safitri merasa bangga karena ulang tahun ke 7 ini dihadiri anggota dari Prancis, Turki dan Amerika Serikat, seraya menutup sambutannya.
Hal yang sama diungkapkan Nanie Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum Kowani (Kongres Wanita Indonesia) dan dihadiri Dr. Dewi Motik tokoh perempuan yang menjadi salah satu Dewan Penasihat PERPINA, dan tokoh perempuan lainnya seperti Prof. Sylviana Murni serta Prof. Anna Mariana.
Selanjutnya Seminar dalam forum Women Ledears Submit 2026, menurut salah satu pemateri, Prof. Francisca Sestri, Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) yang didaulat kembali sebagai Dewan Pakar Bidang Ekonomi ini, menyampaikan materi Pentingnya Peran politik pada tata kelola Ketahanan Pangan diantaranya:
1. Regulasi dan Kebijakan Pangan
2. Standar Kuantitas dan Harga
3. Akses Pasar termasuk Perdangan Internasional.
Menurut Francisca tanpa peran DPR dan Pemerintah yang pro Permintaan dan Penawaran, maka akan berdampak negatif pada perekonomian diantaranya: -Pertumbuhan GDP, walaupun Indonesia sudah tumbuh 5,2% saat ini namun belum bisa menjadi ukuran kesejahteraan rakyat karena hanya didukung oleh konsumsi agreget, sedangkan Investasi,Belanja Pemerintah, bahkan Export netto tahun 2026 turun cenderung negatif dibandingkan tahun 2024 dan 2025.
-Kedua Pengangguran yang meningkat akan menimbulkan daya beli turun memicu keresahan yang sensitif terhadap keamanan lingkungan.
-Terakhir kemiskinan bisa bertambah sehingga berpengaruh pada kualitas manusia Indonesia di masa depan.
Maka ia menawarkan solusi agar Para Anggota Perpina, membantu UMKM yang di daerah daerah dengan akses Permodalan, penerepan digitalisasi dengan menggandeng Sekolah, Perguruan Tinggi dan bidang terkait.
Diskusi ini dimoderatori oleh Rusty Rustarto dan menampilkan pemateri lain yang hebat yaitu: ibu Lyra Puspa, bidang Human Capital & Leadership, dan Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, bidang Energy. Selanjutnya ditutup dengan sesi tanya jawab dari para peserta.