Nasional

40 Tahun Berkarya, Peluncuran Buku Buah Pemikiran Susilawati Susmono Luncurkan

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 16/09/2026 16:10 WIB


40 Tahun Berkarya, Peluncuran Buku Buah Pemikiran Susilawati Susmono Luncurkan

Jakarta, INDONEWS.ID – Dewan Redaksi Indonews.id, Asri Hadi, menghadiri peluncuran buku Buah Pemikiran Susilawati Susmono yang digelar di Gedung Pusat Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Karya tersebut dihadirkan dalam Peluncuran Buku Buah Pemikiran Susilawati Susmono: 40 Tahun Berkarya melalui 8.110 Karya di ISAQ™ Center dan ISAQ™ Gallery, Rabu (16/9/2026), di Auditorium Sukarman, Perpusnas, Jakarta.

Buku yang ditulis Elisa Anggraeni bersama 15 orang tim penyusun tersebut diluncurkan dengan mengangkat tema “Bara Kehidupan Sang Arsitek Peradaban Menolak Padam di Tengah Arus Zaman”. 

Acara tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus mendokumentasikan perjalanan panjang Ny. R. Ngt. Susilawati Susmono dalam berkarya selama sekitar 40 tahun hingga saat ini.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh tamu undangan dan peserta. Setelah itu, para hadirin disuguhi tayangan film yang menampilkan berbagai kegiatan dan karya Susilawati Susmono selama perjalanan pengabdiannya.

Film tersebut memperlihatkan kiprah Susilawati dalam berbagai bidang, antara lain kesenian, pendidikan, serta sejumlah kegiatan positif lainnya yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Kegiatan yang ditampilkan tidak hanya menyasar kalangan tertentu, tetapi juga melibatkan anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Dokumentasi tersebut sekaligus menggambarkan konsistensi Susilawati dalam mendorong kegiatan yang memiliki nilai pendidikan, kebudayaan dan sosial.

Peluncuran buku ini tidak sekadar menjadi agenda penerbitan sebuah karya tulis, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat kembali rekam jejak pemikiran dan kegiatan Susilawati Susmono yang telah berlangsung selama empat dekade.

Reuni Alumni Monash University

Di antara tamu undangan, Asri Hadi juga berkesempatan bertemu dengan Yuni Budiastuti, yang merupakan teman kuliahnya ketika menempuh pendidikan di Monash University, Australia.

Pertemuan tersebut menjadi momen reuni bagi keduanya setelah sama-sama menjalani perjalanan masing-masing. Yuni Budiastuti diketahui juga aktif di lembaga yang dipimpin Susilawati Susmono.

Asri Hadi dan Yuni Budiastuti sama-sama tercatat sebagai alumni Monash University, Australia. Karena itu, pertemuan keduanya di sela peluncuran buku tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

Kehadiran Asri Hadi dalam kegiatan itu juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya mendokumentasikan perjalanan panjang seseorang yang selama puluhan tahun aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan dan kesenian.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Prof. E. Aminudin Aziz, MA, Ph.D., yang juga merupakan alumni Monash University, Australia, berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut.

Pembukaan acara kemudian diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto. Meski demikian, agenda peluncuran buku tetap berlangsung sesuai rangkaian acara yang telah disiapkan.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, mengapresiasi peluncuran buku tersebut. Menurutnya, peluncuran buku ini bukan sekadar perayaan atas jumlah karya. “Kita bisa menyaksikan transmisi sebuah perjalanan transfer knowledge yang sangat panjang dari sosok Susilawati Susmono, yang tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari laku, dari sujud, dan dari cinta,” ujarnya. 

Ribuan karya tersebut menggambarkan keluasan bidang yang digeluti Susilawati Susmono. Karya-karya tersebut mencakup buku dan sastra, lagu yang dilantunkan, tari yang digerakkan, lukisan yang ditorehkan, hingga museum yang dirancang.

Suharyanto mengatakan, peluncuran buku tersebut memiliki keterkaitan dengan rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September. Ia menegaskan bahwa kehadiran kegiatan semacam ini sejalan dengan upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai fungsi perpustakaan.

“Perpustakaan bukanlah etalase yang hanya memajang buku. Perpustakaan adalah ruang peradaban, ruang ilmu, ruang pengetahuan, tempat di mana pengetahuan tidak hanya disimpan tetapi dihidupkan,” tegasnya.

Peluncuran Buah Pemikiran Susilawati Susmono sekaligus menegaskan pentingnya dokumentasi terhadap perjalanan tokoh dan kegiatan masyarakat. Rekam jejak selama puluhan tahun, terutama yang bersentuhan dengan pendidikan, kesenian dan kegiatan sosial, menjadi bagian dari catatan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi Susilawati Susmono, perjalanan empat dekade berkarya tersebut kini tidak hanya tersimpan dalam ingatan orang-orang yang pernah terlibat, tetapi juga dihimpun dalam sebuah buku sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan pemikiran dan pengabdiannya.


Artikel Lainnya