Jakarta, INDONEWS.ID - Kemenangan ABC Wirayudha yang sudah di depan mata buyar setelah Kemayoran17 FC mencetak gol penyeimbang menjelang laga berakhir. Gol cantik Dimas Ulung memaksa kedua tim berbagi poin dengan skor 2-2 pada pekan ke-10 Liga Soeratin di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10).
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. ABC Wirayudha tampil penuh motivasi untuk membalas kekalahan pada pertemuan pertama. Anak-anak asuhan Panca terus menekan pertahanan Kemayoran17 FC, tetapi solidnya barisan belakang lawan membuat sejumlah upaya mereka belum membuahkan hasil.
Kebuntuan akhirnya pecah ketika Yoga Maulana berdiri bebas di dalam kotak penalti. Memanfaatkan umpan matang dari sisi kanan, Yoga menyambar bola dengan sentuhan cepat yang membawa ABC Wirayudha unggul 1-0. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Kemayoran17 FC langsung meningkatkan tekanan. Baru lima menit pertandingan berjalan, Aginda Andika sukses menyamakan kedudukan melalui sundulan yang memanfaatkan sepak pojok. Ia memenangi duel udara melawan kiper ABC Wirayudha, Qbran Asnur, sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Pertandingan semakin menarik ketika ABC kembali unggul. Pemain pengganti Danish Setya Negara tampil efektif dengan mencetak gol yang membawa timnya memimpin 2-1. Gol tersebut membangkitkan kepercayaan diri para pemain ABC untuk terus menekan dan memburu gol tambahan. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna.
Empat menit menjelang pertandingan usai, Dimas Ulung menciptakan gol indah melalui tendangan dari sisi kanan yang mengarah ke tiang jauh. Bola meluncur deras ke gawang tanpa mampu dijangkau Qbran Asnur. Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih ABC Wirayudha, Panca, mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya, meski menyayangkan kelengahan pada menit-menit akhir. Menurutnya, dua gol yang tercipta justru datang dari pemain yang bukan berposisi sebagai striker, yakni pemain belakang dan pemain sayap.
Ia menilai lini depan timnya belum tampil maksimal karena sejumlah pemain mengalami kelelahan setelah mengikuti kegiatan sekolah. Meski demikian, beberapa pemain baru yang mendapat kesempatan bermain mampu beradaptasi dengan baik dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.
“Saya puas, anak-anak menunjukkan kemajuan dari pertandingan ke pertandingan. Namun, kami sedikit kecewa karena kecolongan pada menit-menit akhir" ucap Panca.
Sementara itu, pelatih Kemayoran17 FC, Jonny, mengakui permainan timnya belum maksimal. Aktivitas ekstrakurikuler futsal di sekolah membuat sejumlah pemain mengalami kelelahan sehingga ritme permainan mereka sedikit berubah dan sempat kebobolan lebih dahulu.
“Faktor kelelahan pemain membuat gaya permainan kami agak berubah. Mereka juga masih mengikuti futsal di sekolah. Minggu depan kegiatan futsal selesai, semoga kami bisa kembali ke bentuk permainan semula", ujar Jonny.
Meski gagal meraih kemenangan, Jonny tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu bangkit dua kali dalam pertandingan tersebut. Ia berharap para pemain segera kembali ke performa terbaik, mengingat perjalanan Liga Soeratin masih panjang.
Hasil imbang ini menjadi gambaran ketatnya persaingan di Liga Soeratin. Bagi ABC Wirayudha, gol penyeimbang di penghujung laga menjadi pelajaran penting untuk menjaga konsentrasi hingga peluit akhir. Sementara bagi Kemayoran17 FC, gol Dimas Ulung menjadi bukti bahwa perjuangan hingga menit terakhir bisa mengubah hasil pertandingan.