Jakarta, INDONEWS.ID - Pertarungan dua tim papan atas Liga Soeratin U-15 Jakarta Piala Gubernur 2026 berlangsung sengit pada pekan ke-11. PSF Academy berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas Bina Mutiara dalam pertandingan yang digelar di Lapangan 2 PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (1/11).
Nama M. Naufal Raffa Efendi (12) menjadi sorotan setelah memborong dua gol kemenangan PSF Academy. Pemain muda tersebut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-11 dan 48.
Bina Mutiara sempat memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan melalui Habib Al Hasan pada menit ke-42. Namun, gol kedua Naufal pada babak kedua memastikan PSF Academy keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi PSF Academy dalam persaingan di papan atas klasemen. Sebaliknya, Bina Mutiara harus menerima hasil pertandingan yang diwarnai sejumlah kontroversi.
Di balik ketatnya pertandingan, pelatih Bina Mutiara, Abdul Gofur, menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah keputusan perangkat pertandingan, khususnya kepemimpinan wasit Faisal.
Gofur menyoroti beberapa kejadian yang menurutnya luput dari perhatian wasit, termasuk dugaan adanya 12 pemain PSF Academy di lapangan selama beberapa menit.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata tentang hasil pertandingan, melainkan menyangkut ketelitian perangkat pertandingan dalam menjaga prinsip fair play dan respek, terlebih kompetisi ini melibatkan pemain usia muda.
“Saya tidak ingin berkomentar terlalu jauh tentang lawan. Yang saya harapkan adalah panitia memperhatikan kesiapan wasit, ketelitian wasit, serta perangkat pertandingan. Sepak bola membawa dua hal penting, yakni fair play dan respect,” demikian inti keberatan yang disampaikan Gofur.
Ia berharap evaluasi dilakukan agar kompetisi pembinaan usia muda dapat berjalan lebih baik dan menjunjung tinggi sportivitas.
Sementara itu, wasit Faisal menjelaskan bahwa situasi kelebihan pemain di kubu PSF Academy hanya berlangsung beberapa detik saja dan tidak terkontrol.
Dari kubu PSF Academy, pemain Lorenzo Lukas Robinson (25) turut menyampaikan pandangannya mengenai pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.
Ia menilai timnya sempat mendominasi permainan, tetapi pertandingan kembali berjalan terbuka setelah Bina Mutiara mampu memanfaatkan peluang untuk menyamakan kedudukan.
Menurutnya, kemenangan tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh pemain, dukungan orang tua, staf pelatih, serta pihak-pihak yang mendukung perjalanan tim.
Hasil 2-1 ini sekaligus memperlihatkan ketatnya persaingan Liga Soeratin U-15 Jakarta Piala Gubernur 2026. Namun, di tengah ambisi mengejar kemenangan, kualitas pertandingan, ketelitian perangkat wasit, dan penegakan fair play tetap menjadi bagian penting dari tujuan utama kompetisi: membangun karakter dan masa depan sepak bola usia muda Indonesia.