Home › Daerah

Kenduri Maulid di Pidie Berujung Duka, Yusril Sebut Pemerintah Sepakat Selidiki Penembakan Warga

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 06/11/2026 09:30 WIB


Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026). (Foto: Kompas.com)
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026). (Foto: Kompas.com)

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah sepakat menyelidiki penembakan yang menewaskan seorang warga saat penertiban bendera Bulan Bintang dalam kenduri Maulid Nabi di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026).

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan sudah berbicara dengan Panglima TNI dan Menko Polkam.

"Sudah sepakat untuk dilakukan satu penyelidikan atas kasus penembakan ini," kata Yusril di Kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis (5/11/2026), seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut keterangan TNI AD yang dikutip ANTARA, aparat lebih dulu melakukan pendekatan persuasif, tetapi panitia menolak menurunkan bendera dan warga melempari aparat dengan batu. Aparat lalu melepaskan tembakan peringatan dengan peluru hampa dan peluru karet.

TNI AD mencatat satu warga meninggal, yakni Abzalul Riza, dan 13 warga luka-luka. Enam personel TNI juga terluka. TNI AD menyampaikan belasungkawa atas kejadian itu.

Keterangan tersebut belum diuji penyelidikan. Penyebab pasti kematian korban dan siapa yang melepaskan tembakan juga belum dijelaskan.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta kasus ini ditangani melalui proses hukum yang adil. Adapun KontraS Aceh mengecam penembakan itu.

"Ingin sekali masalah ini terselesaikan dengan baik dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Yusril soal persoalan bendera Aceh.*

(Rikard Djegadut)

Artikel Lainnya