Home › Nasional

Dituding Bertemu Jenderal Sebelum Ditangkap, Bahlil Tantang Penuduh Buktikan dan Ancam Somasi

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 07/11/2026 19:53 WIB


Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan di Ambon, Maluku, Sabtu (7/11/2026). (Foto: ANTARA/Dedy Azis)
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan di Ambon, Maluku, Sabtu (7/11/2026). (Foto: ANTARA/Dedy Azis)

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah tudingan dirinya terlibat kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Bantahan itu ia sampaikan dalam pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Maluku di Ambon, Sabtu (7/11/2026).

Bahlil menanggapi narasi yang beredar bahwa seorang ketua umum partai bertemu sejumlah jenderal tiga jam sebelum mereka ditangkap. Ia menyebut cerita itu tidak jelas asal-usulnya.

"Tiba-tiba ada satu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu," kata Bahlil, seperti dikutip dari Viva.co.id.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi itu meminta pihak yang menuduhnya segera mengklarifikasi dan menunjukkan bukti. Ia juga meminta kepolisian mengusut kabar tersebut.

"Saya minta kepada aparat kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka saja," ujarnya.

Bahlil juga memperingatkan seorang tokoh senior yang kerap berbicara di podcast. Menurut dia, langkah somasi hingga proses hukum akan ditempuh bila tuduhan itu terus diulang tanpa bukti. Bahlil tidak menyebut nama tokoh tersebut.

Dalam kasus dugaan penyadapan ini, Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka, yakni Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi. Polri tidak pernah menyebut keterlibatan Bahlil.*

(Rikard Djegadut)

Artikel Lainnya