INDONEWS.ID

  • Senin, 11/12/2017 20:18 WIB
  • Di Konferensi Perdamaian Dunia, Menteri Lukman: Indonesia Bersama Rakyat Palestina

  • Oleh :
    • very
Di Konferensi Perdamaian Dunia, Menteri Lukman: Indonesia Bersama Rakyat Palestina
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi pembicara pada Konferensi Internasional di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (11/12/2017). (Foto:Ist)

Abu Dhabi, INDONEWS.ID - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjadi salah satu pembicara pada Konferensi Internasional di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (11/12/2017).

Konferensi ini diselenggarakan oleh Muntada Ta`ziiz al-Silm fi al-Mujtama`aat al-Muslimah (Forum untuk mempromosikan budaya damai di tengah masyarakat Muslim), yang mengambil tema “Perdamaian Dunia dan Islamphobia”.

Baca juga : Indonesia Dukung Palestina Jadi Anggota PBB

Di hadapan peserta konferensi yang berasal dari berbagai negara, Menag menegaskan sikap Indonesia terkait pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Menurut Menag, Indonesia akan terus bersama rakyat Palestina memperjuangkan hak-haknya.

“Pemerintah Indonesia, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, pada Kamis, 8 Desember, mengecam keras pengakuan sepihak AS tersebut dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,” tegas Menag seperti dikutip dari siaran pers Humas Kemenag.

Baca juga : Menteri Agama Yaqut Beberkan Alasan Prabowo Diundang di Perayaan Natal BUMN

Menurut Menag, Pemerintah Indonesia berpandangan bahwa pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya, serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

“Rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945,” jelasnya.

Baca juga : Buntut Serangan ke Palestina, Afrika Selatan Membawa Israel ke Mahkamah Internasional

Menag menilai, pengakuan sepihak Donuld Trump  bukan hanya meruntuhkan berbagai upaya damai sebelumnya dalam menyelesaikan persoalan Palestina, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan stabilitas keamanan dunia di masa mendatang.

Menurutnya, keamanan dan kedamaian sulit terwujud di tengah ketidakadilan dan dominasi serta hegemoni yang kuat terhadap yang lemah.  Kampanye memerangi terorisme global juga tidak akan membuahkan hasil jika dunia tetap membiarkan terjadinya teror oleh sebuah negara terhadap penduduk pemilik sebuah wilayah yang sah.

“Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI), dan mendorong OKI untuk mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama, serta meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS,” sambungnya.

Atas nama Pemerintah Indonesia, Menag mengapresiasi Pemerintah Uni Emirat Arab yang memfasilitasi  penyelenggaraan konferensi tentang Perdamaian Dunia dan fenomena Islamophobia. Konferensi ini menjadi salah satu langkah strategis  untuk terus mempromosikan budaya damai di tengah berbagai krisis yang melanda masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia.

Konferensi internasional ini akan berlangsung selama tiga hari, dari 11 hingga 13 Desember 2017. Sejumlah ulama dan pakar dari berbagai negara hadir untuk menjadi pembicara, antara lain, Muhammad bin Abdul Karim Al-Isa dari Rabithah A’lam Al Islami, Ahmad Taufiq Menteri Wakaf Maroko, ‘Abbas Syauman dari Universitas Al Azhar Mesir, serta Sardar Muhammad Yusuf Menteri Wakaf Pakistan. (Very)

Artikel Terkait
Indonesia Dukung Palestina Jadi Anggota PBB
Menteri Agama Yaqut Beberkan Alasan Prabowo Diundang di Perayaan Natal BUMN
Buntut Serangan ke Palestina, Afrika Selatan Membawa Israel ke Mahkamah Internasional
Artikel Terkini
Amicus Curiae & Keadilan Hakim
Tiga Warga Meninggal Imbas Longsor dan Lahar Dingin Gunung Semeru
Panglima TNI Hadiri Rapat Koordinasi di Kemenkopolhukam Bahas Situasi di Papua dan Permasalahan Tanah di Sumsel
Cegah Perang yang Lebih Besar, Hikmahanto Sarankan Menlu Retno untuk Telepon Menlu Iran Agar Tidak Serang Balik Israel
Menakar Perayaan Idulfitri dengan Kearifan Lokal Secara Proporsional
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas