INDONEWS.ID

  • Sabtu, 10/03/2018 23:48 WIB
  • Presiden Jokowi: Saya dan Pak SBY Beda-beda Tipis

  • Oleh :
    • very
Presiden Jokowi: Saya dan Pak SBY Beda-beda Tipis
Presiden Joko Widodo menghadiri Rapimnas Partai Demokrat yang digelar di Sentul International Convention Center, Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. (Foto: Ist)

Bogor, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran jika ada yang menyebut dirinya adalah pemimpin otoriter. Pasalnya, dia merasa dirinya merupakan seorang demokrat dan bukan otoriter.

“Saya heran saja, saya ini enggak ada potongan (otoriter) sama sekali. Penampilan saya juga tak sangar, saya selalu tersenyum. Saya bukan pemimpin otoriter karena saya seorang demokrat,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (10/3) siang.

Baca juga : Melihat Alasan Jokowi Bubarkan 18 Lembaga Negara

Presiden mengingatkan bahwa ciri-ciri demokrat itu menghargai pendapat orang lain dan menghargai segala perbedaan. Ia merasa lebih memenuhi kriteria tersebut.

“Artinya saya dan Pak SBY beda-beda tipis. Kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY tambah satu, Ketua Umum Partai Demokrat. Jadi bedanya tipis sekali,” ujar Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan ribuan kader Partai Demokrat yang memenuhi ruangan.

Baca juga : Ini Penampakan Helikopter Merah Putih yang Digunakan Presiden Jokowi

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dirinya membutuhkan persiapan yang matang setiap diundang ke acara Partai Demokrat, terutama soal pakaian. Saat hadir di Kongres Partai Demokrat di Surabaya tahun 2015, Presiden mengaku telah menyampaikan siap-siapnya setengah hari.

Hal itu karena untuk urusan penampilan, Presiden mengaku masih jauh sekali jika dibandingkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Sampai sekarang saya masih merasa jauh sekali dalam hal berpakaian dengan Pak SBY,” ungkapnya.

Baca juga : Presiden Jokowi Yakin Indonesia Berpeluang Besar Lewati "Middle Income Trap"

Hal itu juga yang Presiden rasakan hari ini saat diundang ke acara Rapimnas Partai Demokrat kali ini. “Dari Subuh saya siap-siap, pakai jas yang mana, pakai dasi yang mana. Karena saya harus nebak-nebak Pak SBY pakai baju yang mana,” ungkapnya.

Tidak hanya dengan SBY, Presiden juga merasakan hal yang sama dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung SBY.

“Dengan Pak SBY belum selesai, sekarang harus menebak dengan Mas Agus Harimurti Yudhoyono. Ini lebih sulit lagi. Sudah orangnya muda, ganteng, kalau berpakaian juga cling. Dengan saya lebih jauh lagi. Untuk itu kalau mau datang ke sini harus betul-betul rinci karena ada Pak SBY dan Mas Agus,” kata Presiden Jokowi yang kembali disambut tawa riuh peserta Rapimnas Partai Demokrat.

 

Artikel Terkait
Melihat Alasan Jokowi Bubarkan 18 Lembaga Negara
Ini Penampakan Helikopter Merah Putih yang Digunakan Presiden Jokowi
Presiden Jokowi Yakin Indonesia Berpeluang Besar Lewati "Middle Income Trap"
Artikel Terkini
Yenny Wahid: Kebijakan Afirmasi Berlaku Semua Sektor, Indonesia Timur Harus Menjadi Prioritas
Bantu Perluas Jaringan Nasabah, PNM Gelar Pelatihan Online di Tengah Pandemi
Dukung Pemerintah Lawan COVID-19, Bank BJB Serahkan Bantuan Melalui Gugus Tugas Nasional
Adaptasi Kebiasaan Baru, Dokter Reisa: Perhatikan Sirkulasi Udara Ruang Kerja
Pasien Sembuh COVID-19 Naik Jadi 37.636, Kasus Positif Jadi 78.572
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas