Nasional

UGM Tegaskan Ijazah Jokowi Asli, Sofian Effendi Cabut Pernyataan Kontroversial

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 21/07/2025 20:38 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya angkat bicara menanggapi pernyataan mantan Rektor UGM periode 2002–2007, Sofian Effendi, yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah lulus dari Fakultas Kehutanan UGM. Pihak universitas menegaskan bahwa pernyataan Sofian berbeda dengan data dan bukti akademik resmi yang dimiliki institusi tersebut.

"UGM menyampaikan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Sofian berbeda dengan data dan bukti-bukti akademik yang dimiliki oleh pihak Fakultas Kehutanan UGM," ujar Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu dalam konferensi pers pada Kamis petang, 17 Juli 2025, di Yogyakarta.

Andi juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang dinilai sengaja menggiring Sofian untuk menyampaikan opini yang tidak berdasar dan keliru, yang justru bisa menimbulkan konsekuensi hukum bagi Sofian secara pribadi.

UGM menegaskan kembali pernyataan resmi yang telah dirilis melalui situs resmi universitas pada 15 April 2025. Dalam siaran pers itu disebutkan bahwa Joko Widodo adalah alumnus Fakultas Kehutanan UGM yang terdaftar sejak tahun 1980 dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681, dan dinyatakan lulus pada 5 November 1985.

"UGM menegaskan bahwa kami tidak terlibat dalam konflik antara Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dengan Saudara Joko Widodo," tegas Andi.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UGM terikat dengan regulasi perlindungan data pribadi dan keterbukaan informasi publik. Oleh karena itu, data yang bersifat pribadi hanya dapat dibuka atas permintaan resmi dari aparat penegak hukum.

Pernyataan Sofian sebelumnya disampaikan secara terbuka melalui sebuah video berjudul "Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002-2007! Ijazah Jokowi & Kampus UGM!" yang tayang di kanal YouTube Langkah Update pada 16 Juli 2025. Dalam video yang hingga Jumat pagi (18 Juli 2025) telah ditonton hampir 500 ribu kali itu, Sofian mengklaim bahwa ijazah Jokowi palsu.

Namun tak lama setelah videonya viral, Sofian menarik seluruh pernyataan yang ia buat dalam video tersebut. Dalam surat bertanggal 17 Juli 2025 yang dilihat oleh Tempo, Sofian menyatakan bahwa keterangan Rektor UGM Ova Emilia pada 11 Oktober 2022 yang menyatakan keaslian ijazah Jokowi adalah benar dan sesuai dengan bukti-bukti yang ada di universitas.

Sofian bahkan meminta agar seluruh video yang memuat pernyataannya segera dihapus dari platform publik. "Akhiri saja polemik ijazah Jokowi. Jangan bentrokan saya dengan rektorat UGM. Saya tidak mau dibenturkan dengan rektor," ujarnya di kediamannya.

Polemik ini kembali membuka perdebatan lama soal keaslian ijazah Presiden Joko Widodo yang sebelumnya telah beberapa kali dibantah dan diklarifikasi oleh pihak UGM. Dengan pencabutan pernyataan dari Sofian Effendi, pihak universitas berharap isu ini tidak kembali dipolitisasi.

Artikel Lainnya