Tagar 2019 Ganti Presiden, Ruhut: Jangan Bohongi Rakyat
“Rakyat sekarang tak bisa lagi dibohongi, mereka semakin cerdas. Memang gampang ganti presiden? Mengganti Fahri Hamzah dari anggota DPR RI saja tidak mampu,” sindir Ruhut dalam diskusi bertajuk, “Makin Dilarang Makin Menantang; #2019 Ganti Presiden Menggila Hingga Tanah Suci”, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Reporter: indonews
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Politikus, yang juga anggota Tim Sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo- KH Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul, meminta para elite politik untuk tidak gampang mengumbarkan pernyataan tanpa didukung fakta.
“Rakyat sekarang tak bisa lagi dibohongi, mereka semakin cerdas. Memang gampang ganti presiden? Mengganti Fahri Hamzah dari anggota DPR RI saja tidak mampu,” sindir Ruhut dalam diskusi bertajuk, “Makin Dilarang Makin Menantang; #2019 Ganti Presiden Menggila Hingga Tanah Suci”, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Fahri Hamzah yang disebut Ruhut adalah wakil ketua DPR RI yang selama beberapa tahun ini bersengketa dengan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera. Ia kemudian dipecat dan ditarik dari keanggotaannya di DPR oleh PKS. Proses hukum pun berlangsung hingga kasasi ke Mahkamah Agung. Hasilnya, MA pada beberapa waktu lalu menolak permohonan kasasi yang diajukan PKS untuk pemecatan Fahri.
Menurut Ruhut Sitompul, gerakan #2019GantiPresiden sesungguhnya hanyalah suara segelintir elite yang terlalu dibesar-besarkan. Suara yang mendukung Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode berikutnya justru jauh lebih besar daripada mereka yang ingin ganti presiden.
“Kita hanya berbicara fakta, bahwa Presiden Jokowi sukses luar biasa dalam membangun bangsa ini. Dia seorang yang jujur, rendah hati, dan tidak korupsi,” tegas Ruhut.
Karena itu, ia meminta seluruh elemen pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk tak mudah terprovokasi, dan jangan ikut-ikutan menari di atas genderang yang mereka tabu. “Itu sangat merugikan dan malah justru kita ikut membesarkan gerakan mereka. Lihat saja, elite partai pendukung tagar 2019 Ganti Presiden sekarang sudah mulai cuci tangan,” tukas Ruhut Sitompul.
Selain Ruhut Sitompul, berbicara pula dalam diskusi yang digelar Barisan Insan Muda itu: Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, Ahoker (pendukung mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, Tim Sukses pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Farhat Abas, aktivis Jaringan Reformasi ‘98 Tirtayasa, pengamat intelijen Stanislaus Riyanta, dan Ketua PMI DKI Jakarta Daud Gerung. (ad)