indonews

indonews.id

Survei SMRC: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Semakin Tinggalkan Prabowo-Sandi

Direktur SMRC Djayadi Hanan mengatakan, tautan jarak perolehan suara antara kedua pasangan kian lebar. "Hingga melampaui 25 persen," kata Djayadi Hanan.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Survei SMRC: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Semakin Tinggalkan Prabowo-Sandi
Calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) dinilai tampil cool dan lebih menguasai pada debat putaran kedua yang mengangkat temanya persoalan Energi, Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Infrastruktur.

Jakarta, INDONEWS.ID -- Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma`ruf Amin berada pada angka 57,6 persen, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 31,8 persen. Sementara, 10, 6 persen responden menyatakan tidak tahu/rahasia.

Survei itu menjawab pertanyaan "Seandainya pemilihan presiden dilaksanakan sekarang ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden berikut?".

Direktur SMRC Djayadi Hanan mengatakan, tautan jarak perolehan suara antara kedua pasangan kian lebar. "Hingga melampaui 25 persen," kata Djayadi Hanan di Jakarta, Minggu (17/3/2019), seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, angka ini meningkat dari survei elektabilitas pada Januari 2019. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma`ruf sebesar 54,9 persen, dan Prabowo-Sandiaga 32,1 persen.

Djayadi menilai, kenaikan dukungan bagi Jokowi-Ma`ruf karena berbagai hal, antara lain optimisme masyarakat atas kondisi ekonomi, kemampuan Jokowi memimpin Indonesia, penilaian masyarakat mengenai debat Pilpres, serta ketidakpercayaan masyarakat terhadap berbagai berita bohong dan fitnah yang menyudutkan Jokowi.

“Dalam survei ini, SMRC menemukan bahwa 71 persen responden mengaku sangat atau cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Sebanyak 66 persen responden percaya Jokowi mampu memimpin bangsa," kata Djayadi.

Survei juga merekam kepuasan responden atas kebijakan pemerintah dalam sektor-sektor sosial, ekonomi dan keamanan seperti kesehatan, penanggulangan narkoba, ancaman teroris, hingga pembangunan insfrastruktur dan pengendalian nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Yang masih kurang positif adalah evaluasi atas kebutuhan pokok. Namun dalam hal ini trennya menunjukkan perubahan dari survei sebelumnya,” ujar Djayadi.

Sementara itu, mengenai debat Pilpres yang telah mempertemukan kedua capres sebanyak dua kali, Djayadi mengatakan, publik menilai Jokowi lebih baik dari Prabowo. “Lebih dari 61 persen menganggap Jokowi lebih baik di debat kedua, sementara hanya 29 persen yang menilai Prabowo lebih baik,” katanya.

Selain itu, survei SMRC menunjukkan masyarakat umumnya skeptis dengan berita dan informasi negatif tentang Jokowi yang terkait dengan anti-Islam, RRC, dan komunisme. “Masyarakat ternyata cukup selektif dan tidak menerima begitu saja berita negatif yang disiarkan tentang Jokowi,” kata Djayadi.

Survei tersebut melibatkan 2.479 responden yang merupakan warga negara Indonesia dan telah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum. Populasi itu dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Adapun, margin of error survei ini sebesar lebih kurang 2 persen, pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Survei ini dilakukan pada 24 Februari-5 Maret 2019 dengan proses wawancara tatap muka. (Very)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas