Sekilas Sosok Almarhum KH Maimoen Zubair Semasa Hidup
Pada hari ini Bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh keagamaan. KH Maimoen Zubair seorang Muhtasyar (Dewan Penasihat) Nahdlatul Ulama meninggal dunia di Saudi Arabia hari ini, Selasa 6 Agustus 2019. Sang Kiai menutup usia ketika sedang menjalankan rukun Islam terakhir yakni ibadah haji.
Reporter: Tirto.p
Redaktur: indonews
Pada hari ini Bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh keagamaan. KH Maimoen Zubair seorang Muhtasyar (Dewan Penasihat) Nahdlatul Ulama meninggal dunia di Saudi Arabia hari ini, Selasa 6 Agustus 2019. Sang Kiai menutup usia ketika sedang menjalankan rukun Islam terakhir yakni ibadah haji.
Mbah Moen merupakan ulama yang menguasai ilmu fiqih dan Muharrik (penggerak) yang mendalam. Semasa hidupnya, Mbah Moen mendalami ilmu Islam hingga Timur Tengah. Pada usia 21 tahun, KH Maimoen Zubair menimba ilmu ke Mekkah Mukarromah ditemani kakeknya, KH Ahmad bin Syuaib. Pada 1945, Mbah Moen belajar di Pondok Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur di bawah bimbingan KH Abdul Karim, KH Mahrus Ali dan KH Marzuki.
Adapun latar belakang agama Islam kental dengan almarhum Mbah Moen mengingat ayahandanya merupakan seorang Kiai yakni Kiai Zubair. Almarhum Kiai Zubair merupakan murid pilihan dari ulama besar Syaikh Sa’id Al-Yamani serta Syaikh Hasan Al-Yamani Al- Makky.
Mbah Moen lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 28 Oktober 1928 atau tepat dengan Hari Sumpah Pemuda. Almarhum tinggal pesantren yang dipimpinnya yakni di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah. Ulama besar ini memiliki sepuluh anak yakni: Abdullah Ubab, Gus Najih, Majid Kamil, Abdul Ghofur, Abdur Rouf, Muhammad Wafi, Yasin, Idror, Sobihah, dan Rodhiyah.
Salah satu putranya yakni KH Ubab Maimun diamanati Pondok Pesantren Al-Anwar 2. Pondok tersebut didirikan pada tahun 2008 oleh Mbah Moen.
Pada sisi politik, Mbah Moen pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang, Jawa Tengah selama 7 tahun dan anggota MPR RI mewakili Jawa Tengah selama 3 periode.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi kendaraan politik Mbah Moen. Mbah Moen berpesan ketika Hari Lahir PPP di Bantul awal tahun ini, “Kehadiran PPP bukan untuk agama Islam, tapi untuk Bangsa Indonesia.”.
indonews.id beserta segenap jajarannya mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya KH Maimoen Zubair. Semoga almarhum diampuni dan dihapuskan dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan dijauhkan dari siksa kubur, serta dimuliakan tempatnya di surga jauh dari siksa api neraka.