indonews

indonews.id

Menteri Sri Mulyani Keluhkan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku mengeluh dengan kualitas pendidikan di Indonesia karena belum memberikan prestasi memuaskan seperti dengan kualitas pendidikan negara lain

Reporter: Mancik
Redaktur: budisanten
zoom-in Menteri Sri Mulyani Keluhkan Kualitas Pendidikan di Indonesia
Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Tribunnews.com)

Jakarta,INDONEWS.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku mengeluh dengan kualitas pendidikan di Indonesia karena belum memberikan prestasi memuaskan seperti dengan kualitas pendidikan negara lain. Pasalnya, Indonesia telah menerapkan hampir 10 tahun anggaran 20 persen APBN untuk pembangunan sektor pendidikan.

Menurut Menkeu, kondisi Indonesia berbeda dengan negara Vietnam dari segi kualitas pendidikan.Negara telah memperbaiki sistem anggaran untuk sektor pendidikan tetapi belum memberikan hasil sesuai dengan harapan pemerintah.

"Hampir 10 tahun mengadopsi 20 persen, namun hasilnya tidak seperti Vietnam. Dari berbagai macam tes yang kami dapatkan tidak memuaskan," kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat,(9/08/2019)

Ia menambahkan, pemerintah sebenarnya telah memberikan perhatian khusus terhadap sektor pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Perahtian ini dapat dilihat dari perubahan besaran anggaran APBN untuk sektor pendidikan selama 10 tahun terakhir.

Adapun peningkatan anggaran APBN untuk sektor pendidikan yakni mencapai 221 persen selama 10 tahun terakhir. Pada tahun 2009 berada diangka Rp 153 triliun dan bergerak meningkat menjadi Rp 492,5 triliun pada 2019.

Lebih lanjut Menkeu menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mendorong peningkatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Rencana ini dilakukan dengan terus melakukan sinskronisasi sistem pendidikan di Indonesia.

Langkah ini, jelas Sri Mulyani, merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk mewujudkan rencana tersebut, dibutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah saja.

"Isu kebijakan sektor pendidikan yang perlu dibahas terus menerus," jelasnya.

Menkeu sendiri juga menekankan soal penting penggunaan anggaran secara tepat guna di sektor pendidikan. Selama ini, kata Sri Mulyani, pemerintah telah mengalokasikan dana dengan nilai cukup besar untuk sektor pendidikan tetapi hasilkan kurang memuaskan.

Namun, ia menegaskan, Kementerian Keuangan menjamin, anggaran sektor pendidikan tidak akan berubah. Anggaran pendidikan tetap berada diangka 20 persen.

"Anggaran tetap teralokasi (20 persen dari APBN), tapi bagaimana kita menggunakan itu menjadi penting," pungkasnya.*(Marsi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas