indonews

indonews.id

Agen Perubahan SMPN 33 Semarang yang Diakui Dunia

Sebuah sekolah negeri di Jawa Tengah yakni SMPN 33 Semarang memeroleh predikat sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA). Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang akrab dipanggil Hendi menjelaskan sekolah ini dulunya terpencil.

Reporter: Tirto.p
Redaktur: indonews
zoom-in Agen Perubahan SMPN 33 Semarang yang Diakui Dunia
SMPN 33 Semarang memilik citra "Sekolahku Rumah Keduaku" dan ikon Agen Perubahan

Semarang, indonews.id – Sebuah sekolah negeri di Jawa Tengah yakni SMPN 33 Semarang memeroleh predikat sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA). Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang akrab dipanggil Hendi menjelaskan sekolah ini dulunya terpencil.

Elvi Hendrani, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya KPPPA mengatakan bahwa menuju SRA adalah sebuah hijrah hati. Pasalnya orang dewasa yang menjadi pemangku kebijakan perlu menggeser pandangan untuk kepentingan terbaik anak.

“Semua orang dewasa di SRA menjadi orang tua dan sahabat  anak, bergerak dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, mendidik dengan kasih sayang dan mendekatkan dirinya dengan anak – anak,” ujar Elvi. Para orang dewasa di sekolah perlu melindungi dan membuat nyaman anak di sekolah karena sekitar sepertiga hidup anak dihabiskan di sekolah.

Sependapat terkait kenyamanan, Hendri menyampaikan bahwa kenyamanan lingkungan berpengaruh pada ilmu yang didapatkan anak. “jika mereka tidak nyaman di sekolah, maka mereka tidak akan maksimal dalam menyerap ilmu. Oleh karenanya, citra sekolahku rumah keduaku menjadi penting untuk diwujudkan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak - anak kita," tegas Hendi di tengah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019.

Selain SRA, SMPN 33 memiliki keunikan yang istimewa bahkan diakui internasional yakni Agen Perubahan. Kepala Sekolah SMPN 33 Semarang, Didik Teguh Prihanto menyampaikan program adalah ikon SMPN 33 Semarang yang didukung United Nations Children`s Fund (UNICEF) untuk mencegah perundungan. Duta anti bully yang mantan pemain bola David Beckham pernah mengunjungi sekolah ini.

Agen Perubahan adalah bagian dari OSIS SMPN 33 Semarang yang setiap anggotanya dipilih di kelas. Nilai demokratis sudah diperkenalkan kepada siswa SMP dalam memilih seorang Agen Perubahan dari setiap kelas. Program yang digagas Dinas Pendidikan Kota Semarang dan Sekolah sejak 2016 ini merupakan satu-satunya di dunia.

Setiap istirahat, Agen Perubahan keliling memantau kegiatan siswa sekolah. Mereka akan menengahi adanya konflik antar siswa dan mencegah bully. Handi bertanya kepada salah satu anak yang menjadi anggota Agen Perubahan terkait tugasnya, kemudian anak bernama Alfiansyah menjawab bahwa tugasnya adalah mencegah dan mengingatkan teman – teman agar tidak melakukan perundungan.

Agen Perubahan menampung keluhan seluruh siswa kemudian setiap minggu akan dibahas dalam tim Agen Perubahan. Guru membantu penyelesaian masalah yang dihimpun Agen Perubahan. Adapun para agen juga mengawasi kerapian, kebersihan sampah, sopan santun di sekolah.

Program Agen Perubahan dan semangat “Sekolahku Rumah Keduaku” menjadi kunci dan alasan SMPN 33 Semarang menjadi SRA.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas