indonews

indonews.id

Virus Corona, AS Dituding "Sebarkan Ketakutan"

Hua mengatakan tindakan AS itu "berlebihan" dan bertentangan dengan rekomendasi WHO. Ia menuding AS "menyebarkan ketakutan".

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Virus Corona, AS Dituding "Sebarkan Ketakutan"
Virus Corona. (Foto: Ilustrasi)

Wuhan, INDONEWS.ID -- Para menteri kesehatan dari kelompok negara-negara G7 – AS, Jerman, Jepang, Inggris, Kanada, Prancis, dan Italia – mengadakan rapat via panggilan konferensi pada hari Senin.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan mereka telah sepakat untuk mengkoordinasikan aturan perjalanan, penelitian viral, dan kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan China.

Seperti dikutip dari BBCIndonesia, banyak negara telah mengevakuasi warganya dari daerah yang terdampak di China, dan kerap menempatkan mereka di karantina saat tiba di kampung halaman.

AS memerintahkan pemulangan semua anggota keluarga pejabat AS di bawah usia 21, dan setiap warga AS yang pernah berada di provinsi Hubei akan dikarantina selama 14 hari.

Hua mengatakan tindakan AS itu "berlebihan" dan bertentangan dengan rekomendasi WHO. Ia menuding AS "menyebarkan ketakutan".

WHO memperingatkan bahwa menutup perbatasan bahkan dapat mempercepat penyebaran virus, jika para pelancong memasuki negara-negara secara tidak resmi.

Lebih dari 20 negara telah mencatat kasus virus corona yang terkonfirmasi.

AS, Australia dan Singapura misalnya menolak semua semua pendatang asing yang baru-baru ini berkunjung ke China. Selandia Baru, Israel dan Rusia juga akan menerapkan pembatasan ini - meskipun tidak melalui bandara Sheremetyevo di Moskow - menolak orang asing yang berangkat dari daratan China.

Selanjutnya, negara Jepang, Korea Selatan menolak orang asing yang telah mengunjungi provinsi Hubei. Negara Mesir, Finlandia, Indonesia, Inggris dan Italia telah menangguhkan sementara semua penerbangan ke daratan China.

Negara Mongolia, Rusia (sebagian) telah menutup perbatasan dengan China.

Selanjutnya, badan yang mewakili beberapa operator kapal pesiar terbesar di dunia, Asosiasi Pelayaran Internasional (Cruise Lines International Association), mengumumkan pada hari Senin bahwa penumpang dan anggota kru yang baru-baru ini bepergian ke China tidak akan diizinkan naik ke kapal.

Sejauh ini, Hong Kong, telah mengkonfirmasi 15 kasus, menangguhkan 10 dari 13 perjalanan lintas perbatasan dengan China daratan.

Tingkat kematian untuk coronavirus baru sekitar 2,1%, saat ini jauh lebih rendah dari tingkat kematian SARS (9,6%). (Very/BBCIndonesia.com)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas