INDONEWS.ID

  • Sabtu, 14/03/2020 18:30 WIB
  • Ini Solusi Tak Serius Namun Ampuh ala Jokowi soal Pencegahan Virus Corona

  • Oleh :
    • Rikardo
Ini Solusi Tak Serius Namun Ampuh ala Jokowi soal Pencegahan Virus Corona
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan segera melakukan pembahasan dengan badan legislatif terkait rencana pemindahan Ibu Kota yang baru untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut mengkonsumsi jamu setiap paginya sebelum bekerja. Sejak virus Corona (Covid-19) mewabah, frekuensi konsumsi jamu ditingkatkan menjadi tiga kali sehari.

Demikian dikatakan Jokowi saat membuka The 2nd Asian Agriculture & Food Forum di Istana Negara, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Detik.com Kamis (12/3/2020).

Baca juga : Jokowi Bicara soal Kepastian Corona akan Berakhir

"Saya biasanya tiap hari minum itu, temulawak, jahe, sereh, kunyit, saya campur, saya minum hanya pagi. Sekarang karena ada Corona saya minumnya pagi, siang, malam," kata Jokowi

Ramuan herbal tersebut juga Jokowi berikan kepada tamunya. Apa saja ramuannya? Jokowi meminum jahe, sereh, kunyit, dan temulawak yang dicampur. Jokowi pun mengingatkan akan harga jahe yang melonjak. Saat ini harga melonjak hingga 5 kali lipat.

Baca juga : Pernyataan Lengkap Jokowi Soal Pengendalian Arus Balik dan Penanganan Corona di Daerah

"Itu yang menyebabkan mungkin (harganya naik) itu, karena diminum tidak hanya sekali, tapi 3 kali. Sekarang tamu-tamu saya kalau pagi, siang, dan malam saya beri minuman itu, bukan teh, tapi temulawak, jahe, sereh, kunyit, campur jadi satu," ujar Jokowi.

"Jahe merah, temulawak, kunyit. Naik sampai 3, 4, 5 kali lipat. Biasanya kalau mencari mudah," imbuhnya.

Baca juga : Corona Jawa Timur Tinggi, Jokowi Minta Gugus Tugas Beri Perhatian Penuh

Berbagai penelitian memang menyebutkan jahe merah memiliki fungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan sehingga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus maupun bakteri.

Jahe merah tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia, seperti di daerah Jawa, Sumatra dan Sulawesi.

Misalnya penelitian Swarnalatha Dugasani seperti dikutip dari ncbi.nlm.nih.gov, jahe merah mengandung unsur kimia gingerol dan shogaol yang terbukti memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh supaya tidak terserang penyakit, bakteri dan virus berbahaya.

Selain berfungsi sebagai antioksidan, tanaman rimpang bernama latin Zingiber Officinale ini juga berfungsi sebagai antiemetic (antimuntah), antibakteri dan juga peradangan.

Kadar gingerol pada jahe merah lebih tinggi dibanding jahe gajah yang ternyata paling sering digunakan masyarakat saat ini.

Kadar gingerol yang lebih tinggi, berat per rimpang yang lebih berat, dan kandungan minyak atsiri yang lebih banyak membuat jahe merah lebih efektif buat kesehatan masyarakat dibanding jahe gajah dan juga jahe emprit.

Seperti yang telah disarankan berbagai institusi kesehatan, untuk mencegah virus adalah dengan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut saat tangan kotor. Lalu hindari juga kontak langsung dengan hewan liar dan ternak, serta menggunakan masker saat aktivitas.

Namun, semua itu akan percuma bila tidak menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Untuk itu, selalu konsumsi jahe merah untuk meningkatkan sistem imun tubuh.*(Rikardo).

Artikel Terkait
Jokowi Bicara soal Kepastian Corona akan Berakhir
Pernyataan Lengkap Jokowi Soal Pengendalian Arus Balik dan Penanganan Corona di Daerah
Corona Jawa Timur Tinggi, Jokowi Minta Gugus Tugas Beri Perhatian Penuh
Artikel Terkini
Ahli Waris Pemegang Hak Cipta Sketsa Tugu Selamat Datang Gugat PT Grand Indonesia
Gandeng LinkAja, PNM Lakukan Transformasi Digital Dorong Transaksi Non-tunai
Koki Otonomi Prof Djo Akhirnya Terbit
PTPN III Ajukan Dana Talangan 4 Triliun, Ini Tanggapan DPR
Rizal Ramli: Politik Machiavelli Ala Influencer dan BuzzeRP
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas