In Memoriam Haji Danke Dradjat: Teman yang Menyenangkan Semua Teman
Drs.Haji Danke Dradjat adalah seorang teman baik. Dia adalah mantan produser berita Seputar Indonesia, RCTI. Beliau meninggal di RS Universitas Indonesia karena terpapar virus Covid-19 pada Selasa (9/2).
Reporter: indonews
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID – Drs.Haji Danke Dradjat adalah seorang teman baik. Dia adalah mantan produser berita Seputar Indonesia, RCTI. Beliau meninggal di RS Universitas Indonesia karena terpapar virus Covid-19 pada Selasa, kemarin (9/2).
Lahir di Rangkasbitung, Banten pada 21 Juli 1955. Setelah menyelesaikan SMA di kota kelahirannya teman baik ini kuliah di jurusan Bahasa Inggris IKIP Bandung (1975-79). Menurut penuturannya, sambil kuliah ia kadang jadi sopir oplet (kini angkutan perkotaan warna hijau) jurusan St.Hall-Leding (dekat kampus IKIP Bandung di Setiabudi).
Lulus dari IKIP Bandung, Haji Danke bekerja untuk Badan PBB UNHCR yang menangani Vietnam boat people (pengungsi Vietnam) di Pulau Galang Riau. Karena pandai bergaul dengan pengungsi Vietnam, Danke dapat berbahasa Vietnam.
Ketika digelar Jakarta Informal Meeting I (penyelesaian konflik Kamboja di Istana Bogor pada 1989) Danke sempat menyapa Perdana Menteri Hun Sen dalam Bahasa Vietnam. Ketika itu Danke sudah bekerja di Koran Pikiran Rakyat Bandung.
"Di Pikiran Rakyat tugasku menyortir berita dari kantor berita asing yang dikirim melalui kawat/ teleks dan langsung membuat beritanya dalam bahasa Indonesia. Aku belajar struktur berita dari berita -berita luar negeri itu," kata dia.

(Wartawan senior, Bachtiar Abdullah (berdiri), Danke Dradjat (duduk) dan Rustam Mandayun eks Tempo, Januari 2019. Foto: Dok).
Pada akhir 1990 ia pindah dari pikiran Rakyat ke majalah ekonomi bisnis PROSPEK yang saya pimpin. Tanpa kesulitan Danke menangani berita luar negeri di majalah mingguan berita full color pertama di Indonesia tersebut. Karena belajar jurnalistik dengan baik dari teleks, berita yang ditulis Danke bagus tanpa pernah saya rewrite.
Danke pindah dari majalah PROSPEK ke RCTI pada 1993. Ia tampil sebagai presenter berita sekaligus Produser Seputar Indonesia, sebelum menjadi Direktur Komunikasi Maskapai Penerbangan Adam Air (grup MNC). Setelah Adam Air bubar, Danke bekerja di salah satu perusahan tambang MNC yang mengerjakan Jetty n jalan Tambang 109 km di Sumatera Selatan.
Terakhir Danke bekerja pada developer pasar moderen di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Ia kerap rapat di kantor-kantor pemda di dua provinsi tersebut dan terpapar virus laknat Covid.
Danke Dradjat menikah dengan Kiki dan mendapat tiga anak: Kautsar Umaro Yanshuru (Ossa), Khalifa Bening Jiwa (Nde), Kayla Audivisi (Kayla).
Selamat jalan karibku yang menyenangkan semua teman. Beristirahatlah dengan tenang setelah perang melawan Covid-19 selama sebulan (9 Januari-9 Februari 2021) di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok. (Bachtiar Abdullah, Wartawan Senior).