indonews

indonews.id

Post-Match: Skotlandia 1- Kroasia 3

Kemenangan Kroasia 3-1, sungguh dramatis, karena selain menyamai poin Ceko menjadi 4, juga selisih gol sama +1. Kroasia menang agresifitas. 

Reporter: indonews
Redaktur: very
zoom-in Post-Match: Skotlandia 1- Kroasia 3
Selebrasi skuad Kroasia untuk gol Luka Modric ke gawang Skotlandia, Euro 2020 (c) AP Photo. (Foto: Bola.net)

Oleh: Syafri Adnan Baharudin, eks Dubes WTO dan Pengamat Bola

INDONEWS.ID -- Kroasia kembali membuktikan sebagai tim spartan yang tidak mengenal kata `menyerah`. Malam ini Coach Dalic, walau tetap dengan skema 4-2-3-1, namun menempatkan Luka Modric lebih sebagai second striker ketimbang menjadi pemain jangkar.

Kroasia paham betul bahwa yang dikejar adalah lolos langsung, bukan sekadar ranking 3 sambil menunggu nasib dari orang lain. Hal itu berarti harus mencetak gol dan tidak hanya satu.

Skotlandia gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri. Kapten Tim Robertson kurang berhasil menggalang semangat The Tartan Army. Kroasia jelas menguasai permainan dengan 67% berbanding 33%. 

Gol Vlasic pada menit ke 12 menunjukkan ketajaman strategi Dalic dengan `menurunkan` posisi Kovacic menjadi pemain jangkar dan memasukkan Vlasic sebagai trio gelandang menyerang bersama Perisic dan Modric. Kedua gelandang ini juga yang mencetak gol kedua dan gol ketiga Kroasia.

Kemenangan Kroasia 3-1, sungguh dramatis, karena selain menyamai poin Ceko menjadi 4, juga selisih gol sama +1. Kroasia menang agresifitas. Dan mereka layak mendapatkan tiket langsung ke babak 16 besar, sebagai runner-up Grup D. Lawan berikut adalah runner-up Grup E, Grup yang tidak sesulit Grup D. **

*) Penulis adalah eks Dubes WTO dan Pengamat Bola

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas