indonews

indonews.id

Sejumlah Elemen Anti Korupsi Geruduk Kejati NTT Soal Dugaan Korupsi MTN Bank NTT

Sejumlah elemen yang tergabung dalam Aliansi Jaringan Anti Korupsi Nusa Tenggara Timur (AJAK-NTT) dan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kupang, melakukan aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT. 

Reporter: Mancik
Redaktur: very
zoom-in Sejumlah Elemen Anti Korupsi Geruduk Kejati NTT Soal Dugaan Korupsi MTN Bank NTT
Aksi demonstrasi Aliansi Jaringan Anti Korupsi Nusa Tenggara Timur (AJAK-NTT) dan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT.(Foto:Dok.Massa Aksi)

Kupang, INDONEWS.ID - Sejumlah elemen yang tergabung dalam Aliansi Jaringan Anti Korupsi Nusa Tenggara Timur (AJAK-NTT) dan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kupang, melakukan aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT. Kamis siang (23/12/2021).

Kedatangan AJAK NTT dan PMKRI Kupang terkait skandal dugaan korupsi MTN di Bank NTT senilai Rp.50 Miliar berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan NTT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, salah satu orator perwakilan massa aksi Taufiq menegaskan, pihaknya mendesak Kejati NTT segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi MTN di Bank NTT.

Menurut mereka, penegakan hukum yang berlarut-larut patut diduga bahwa pihak kejati NTT sangat lamban dalam menetapkan tersangka korupsi MTN di Bank NTT.

Padahal, dugaan korupsi MTN di Bank NTT merupakan salah satu dugaan korupsi terbesar yang terjadi di provinsi NTT. Maka, Kejati NTT diminta profesional dan transparan dalam menangani kasus tersebut.

Medium Term Note (MTN) Bank NTT

Medium Term Note (MTN) merupakan surat utang yang memiliki jangka waktu antara 5 hingga 10 tahun, meski masanya dapat hanya 1 tahun.

MTN dikeluarkan oleh perusahaan yang membutuhkan dana pembiayaan dalam jangka pendek hingga menengah.

Penerbitan MTN oleh Perusahaan terdaftar sebagai penerbit MTN bertujuan memperoleh utang secara teratur dan berkesinambungan guna membiayai kebutuhan dana jangka menengahnya.

Namun, yang terjadi pada pembelian MTN Oleh PT Bank NTT yang diduga kuat tidak dilakukan dengan tanpa analisa terukur sehingga mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp.50 Milliar.

Point -Point Pelanggaran PT Bank NTT

Sejumlah massa aksi menyampaikan beberapa bentuk pelanggaran oleh Bank NTT terkait dengan dugaan korupsi MTN Bank NTT. Adapun pelanggaran tersebut antara lain:

Pertama: Investasi pembelian MTN tersebut dilakukan tanpa didahului analisa kelayakan/due diligence atau uji tuntas.

Kedua: Hanya berpedoman pada mekanisme penempatan dana antar bank karena PT Bank NTT belum memiliki pedoman terkait prosedur dan batas nilai pembelian MTN.

Ketiga: Pembelian MTN tidak masuk dalam rencana bisnis PT Bank NTT tahun 2018

Keempat: PT Bank NTT tidak melakukan On The Spot untuk mengetahui alamat kantor dan mengenal lebih jauh atas pengurus/ manajemen PT SNP. Pertemuan dengan pengurus/manajemen PT SNP baru terjadi setelah PT SNP mengalami permasalahan gagal bayar.

Kelima: Pembelian MTN tidak melalui telaah terhadap laporan keuangan audited PT SNP Tahun 2017 namun hanya berpatokan peringkatan yang dilakukan oleh Pefindo tanpa mempertimbangkan catatan pada pers release Pefindo yang menyatakan bahwa peringkatan belum berdasarkan Laporan Keuangan audited PT SNP Tahun 2017, sehingga mitigasi atas risiko pembelian MTN tidak dilakukan secara baik.

Keenam: PT Bank NTT hanya melakukan konfirmasi kepada bank-bank yang telah membeli produk MTN sebelumnya, tetapi tidak melakukan konfirmasi kepada bank yang menolak penawaran MTN untuk mengetahui alasan dan pertimbangan menolak melakukan pembelian MTN.

Ketuju: Tidak mempertimbangkan kolektibilitas PT SNP pada SLIK OJK (SLIK= Sistim Laporan Informasi Keuangan atau checking pinjaman pada bank lain).

Empat Masalah Besar MTN Bank NTT

Pertama: PT Bank NTT melakukan investasi pembelian MTN tanpa didahului due diligence (uji Tuntas, atau Study Kelayakan)

Kedua: Pembelian MTN tidak terdapat dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2018

Ketiga: PT SNP mengalami kesulitan keuangan dan gagal bayar atas MTN

Keempat: Proses hapus buku MTN

 

Tuntutan AJAK-NTT dan PMKRI Cabang Kupang


Pertama: Mendesak KEJATI NTT segera menetapkan tersangka kasus korupsi pembelian MTN Bank NTT.

Kedua: Mendesak KEJATI NTT segera menjelaskan kepada publik NTT terkait progresifitas hasil penyidikan dugaan korupsi MTN Bank NTT

Ketiga: Mendesak KEJATI NTT agar mengungkap aktor intelektual dibalik kasus korupsi pembelian MTN Bank NTT.

Keempat: Menuntut KEJATI NTT agar komitmen dan mengusut tuntas kasus korupsi pembelian MTN Bank NTT

Kelima: Jika tuntutan kami diatas tidak dilaksanakan maka kami akan meminta KPK untuk mengambil alih kasus korupsi pembelian MTN Bank NTT.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas